I don’t want to see your sadness part 6 : ~ Their Heart Begin ~
Author : Maulisa a.ka Mayuki a.ka Mayujita
Main
cast : YUI Yoshioka as Lee Yui, Taemin as Lee Taemin, Lee Jinki as Onew
Suport
cast : Member SHINee, Kim Jongwoon as
Yesung appa (anggap aja marganya yesung jadi Lee hehe ^^), Lee jin hye as hye
jin umma (Immaginary), Nyonya Lee.
Length
: Sequel (6 of -)
Genre : Life, Family, Sad (?), Romance.
Rating
: PG 15
Di acara pernikahan..
Onew POV
“ Oppa.. oppa akan pulang ke dorm SHINee atau ke
rumah?” suara Yui membuyarkan ingatanku akan masa lalu. Aku tersenyum.
“ Baiklah.. aku dan .. mm.. Taemin akan pulang
ke rumah duluan. Appa menyuruhku untuk memeriksa kamar baruku bersama Taemin”
katanya. Aku membulatkan mataku. Bukankah malam pertama mereka akan di undur
sampai mereka lulus SMU?
“ Kau tidur satu kamar dengan Taemin?” tanyaku
kaget. Yui memandangku bingung.
“ Ne.. appa yang menyuruhku tidur satu kamar
dengan Taemin karena sekarang Taemin adalah suamiku” jawabnya menjelaskan.
Benar sekarang mereka adalah sepasang suami istri. Tapi mereka kan masih
sekolah. Dan ... kurasa aku belum bisa menerima Yui menjadi milik Taemin
seutuhnya.
“ Oppa tenang saja. Aku dan Taemin tidak akan
melakukannya sebelum kami lulus ujian. Aku dan Taemin hanya tinggal satu kamar
saja” katanya menjelaskan setelah melihat wajah khawatirku.
“ Baiklah.. aku percaya padamu” kataku
kemudian yang di susul senyum manis darinya.
Taemin POV
Aku masih belum bisa percaya dengan apa yang
sudah terjadi. Sekarang aku adalah suami dari Yui? Setelah 3 tahun aku tidak
bertemu dengannya? Aku merasakan hati kecilku merasa senang. Apa mungkin aku masih menyukai Yui? Dulu
memang aku sempat meyukainya. Dia yeoja yang Pintar, Baik, Mudah bergaul dan
mau membantu siapa saja. Aiisshhh sudahlah.. kalaupun aku masih meyukainya
tidak masalah kan? Toh sekarang dia sudah menjadi Istriku ^^
Mobil yang aku dan Yui tumpangi sudah memasuki
perkarangan rumah Yui. Aku membangunkan Yui yang tertidur di sebelahku. Dia
mengerjap-kerjapkan matanya lucu. Aku tertawa kecil melihatnya begitu. Dia
terlihat seperti anak kecil.
“ Kita sudah sampai ya Taemin?” tanyanya masih
mengusap-usap matanya. Aku tersenyum.
“ Iya.. apa nyawamu sudah terkumpul setelah
begitu lama tertidur?” ejekku padanya. Dia menatapku tajam. Aku tertawa
melihatnya begitu. Lalu kami sama-sama keluar dari mobil dan masuk kedalam
rumah. Lalu Yesung ajusshi ah tidak Yesung appa menunjukkan kamarku dan Yui
yang katanya kamar Yui dulu. Aku dan Yui masuk kedalam kamar itu dan Yui
langsung merebahkan badannya di kasur tanpa melepas gaun putihnya.
“ Apa kau tidak melepas gaun itu? kelihatannya
sangat tidak nyaman dipakai” kataku pada Yui sambil melepas dasi dan jasku.
“ Memang tidak nyaman” jawabnya.
“ Lalu kenapa tidak kau lepaskan? Apa mau aku
bantu melepaskan?” tanyaku usil. Wajahnya memerah dan menatapku tajam. Aku
tertawa melihatnya begitu.
“ Tidak perlu! Aku bisa melepasnya sendiri”
jawabnya ketus. Lalu berjalan ke arah pintu yang sepertinya pintu kamar mandi.
Aku tertawa. Yui.. sepertinya aku akan kembali menyukaimu. Bersiap-siaplah
menerima cintaku. ^^
Yui POV
Aku berjalan masuk kekamar mandi. Aiiisshh
apa-apaan namja imut itu! tapi kenapa jantungku berdetak tidak karuan begini
ya? Ada apa ini? Aiisshh sudahlah..
Aku mengganti gaunku dengan celana pendek dan
T-shirt. Aku berjalan keluar kamar mandi dan melihat Taemin sedang berbaring di
Tempat tidur masih mengenakan kemeja dan sepatunya. Aiisshh dasar namja imut,
tadi dia yang menyuruhku mengganti gaunku karena dia bilang tidak nyaman
melihatnya. Dia kira Kemeja dan sepatunya terlihat nyaman dipakai? Aku berjalan
menghampirinya dan membantunya melepaskan sepatunya. Kutatap wajahnya yang
sedang tertidur itu. aiihh lucunya.. kutelusuri wajahnya dengan jari
telunjukku. Kurasakan jantungku berdetak lebih cepat. Ada apa ini?! Apa... apa
aku mulai menyukai sosok Taemin? Aisssshhh .... ada apa sih dengan jantungku
ini!! Sudahlah.. lebih baik aku tidur. Besok aku masih harus masuk sekolah.
Kubaringkan tubuhku di samping Taemin. Mungkin karena aku terlalu lelah, ketika
kepalaku menyentuh bantal, mataku langsung tertutup dan kesadaranku mulai
hilang.
***
“ Yui.. bangun! Kau harus sekolah! Hei Yeoja
cengeng cepat bangun!” samar-samar terdengar seseorang berteriak di sebelahku.
“Mmm... hmmm” gumamku tak jelas dan membuka
mataku perlahan.
“ hh.. akhirnya bangun juga! Sudah 30 menit
aku terus berteriak untuk membangunkanmu! Aiiissshh... cepat bangun. Kau kan
harus sekolah!” kulihat Taemin berdiri disampingku. Eh Taemin??
“ Yak!! A...apa yang kau lakukan di kamarku?
Dan bagaimana kau bisa berada disini!!” teriakku kaget dan menarik selimut
sampai ke leherku.
“ Aiissshhh dasar yeoja bodoh! Kau masih
terbawa mimpi ya?” tanya Taemin kesal sambil mengambil sepasang sepatu dari
lemariku. Eh sepatu siapa yang dia ambil? Memangnya dia punya sepatu disini?
“ Ka..kau bilang aku apa? Yeoja bodoh?”
tanyaku sedikit kesal. Apa-apaan sih namja imut ini.
“ Ya.. kau Yeoja bodoh! Kenapa pakai bertanya
bagaimana bisa aku disini. Ini kan kamarku” jelasnya dengan sedikit kesal. Eh
kamarnya? Kuperhatikan sekeliling. Bagaimanapun juga kamar ini persis dengan
kamarku.
“ Kamarmu?” tanyaku bingung.
“ Yak! Kau ini! Apa kau benar-benar lupa kalau
kita sudah menikah? Aisshhh” kata Taemin kesal. Aku terpaku mendengar perkataan
Taemin. Aku benar-benar lupa! Dasar Yui bodoh! Kenapa kau selalu saja mudah
melupakan hal penting seperti ini?! Pabo!
“ Sudah.. cepat mandi! Kau harus ke sekolah!
Aku akan mengantarmu. Sekolahmu dan sekolahku itu berlawanan arah jadi kau
harus bergegas!” seru Taemin tak sabar. Cih.. namja imut kau menyebalkan!
Author POV
“ Jadi Taemin hari akan mengantar Yui
kesekolah kan?” tanya Yesung pada Taemin ketika keluarga Lee sedang berkumpul
untuk sarapan. Bahkan nyonya Lee (nenek Yui) yang baru saja keluar dari rumah
sakit pun hadir pada sarapan kali ini.
“ Ya, aku akan memastikan dia kesekolah” jawab
Taemin. Yesung tersenyum.
“ Yeobo, kenapa Taemin tidak kita masukkan
kesekolah Yui saja? Kan kasihan kalau dia setiap pagi mengantar Yui kesekolah,
padahal sekolah mereka berlawanan arah” ucap Jin hye lembut kepada Yesung. Yui
menatap ibu tirinya dengan pandangan mengejek. Ide yang bodoh mengingat mereka
sudah kelas 3 dan sebentar lagi akan Lulus.
“ Aku sependapat dengan Jin hye, Jongwoon.
Lagipula jika Taemin juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Yui, dia bisa
menjaga Yui setiap saat di sekolah” sahut Nyonya Lee. Kali ini Yui membulatkan
matanya tidak percaya. Neneknya menyetujui ide bodoh ibu tirinya itu.
“ Tapi appa... Taemin kan sebentar lagi akan
menghadapi ujian kelulusan. Apa tidak menyusahkannya dalam mengikuti pelajaran
jika di sekolah baru?” kata Jinki ikut memberikan pendapatnya.
“ Tapi kudengar dari ayahnya Taemin, Taemin
termasuk anak yang cerdas disekolahnya. Jadi kurasa dia bisa mengikuti
pelajaran dnegan baik di sekola yang baru. Lagipula tidak mungkin setiap
sekolah di korea ini jauh berbeda pelajarannya” sahut Nyonya Lee lagi. Jinki
menatap neneknya pasrah. Jika neneknya sudah memberikan pendapat maka itulah
yang harus dijalankan.
“ Ibu.. kita juga harus bertanya dulu pada
Taemin, dia bersedia atau tidak” seru Yesung. Akibat peryataan Yesung tersebut
semua mata seketika itu menatap taemin yang sedang melahap makanannya. Taemn
yang ditatap merasa tidak enak.
“ Eh.. a..aku.. aku terserah appa, eomma dan
nenek saja” jawab Taemin salah tingkah. Nyonya Lee tersenyum puas mendengar
jawaban Taemin.
“ Kalau begitu tidak ada yang perlu
dikhawatirkan lagi” kata Nyonya Lee, “ sekertaris Kim! cepat kau urus
kepindahan Taemin ke sekolah Yui. Pastikan Taemin mendapat kelas yang sama
dengan Yui!” sekertaris Kim yang sudah menerima perintah Nyonya Lee segera
menjalankan tugasnya.
“ Nenek... apa ini tidak berlebihan?” tanya
Jinki. Nyonya Lee menatap Jinki.
“ Apanya yang berlebihan? Nenek hanya Ingin
Taemin melindungi Yui selalu” jawab neneknya santai, sambil memasukkan sepotong
roti kedalam mulutnya. Jinki menghela napas panjang. Kenapa Taemin harus satu
sekolah dnegan Yui? Melihat Yui sekamar dengan Taemin saja Jinki rasanya ingin
memukul wajah Taemin. Apalagi ditambah Taemin dan Yui berangkat sekolah bersama
dan itu artinya peran Jinki sebagai pelindung Yui sudah diganti oleh Taemin.
“ Aku selesai” kata Yui yang sejak tadi diam
saja mendengar perdebatan kecil itu. lalu dia berdiri dari kursinya dan
berjalan keluar dari ruang makan.
“ Aku berangkat nek” pamit Yui sebelum
meninggalkan ruang makan.
“ Yak! Lee Taemin, cepat! Nanti aku terlambat”
seru Yui lagi. Taemin menghela napas mendnegar Yui berteriak padanya.
Seakan-akan Taemin supirnya saja.
“ Yesung appa, Jin hye eomma, Nenek, Hyung,
aku berangkat dulu ya” pamit Taemin pada semua anggota keluarga Lee. Yang
dibalas anggukan kecil.
***
“ Benar-benar bodoh!” gumam Yui pelan. Taemin menatap
kaca spion motornya yang memantulkan wajah Yui itu dengan ekspresi tidak
mengerti.
“ Siapa yang bodoh?” tanya Taemin.
“ Pikirkan saja sendiri, BODOH!” seru Yui
pelan. Taemin menghela napas pajang. Mungkin Yui mengatainya bodoh karena dia
menerima tawaran untuk pindah kesekolah Yui padahal mereka sudah kelas 3..
“ Berhenti!” seru Yui ketika motor Taemin
berada 100 meter dari gerbang sekolahnya. Taemin menghentikan motornya.
“ Ada apa? Sekolahmu masih 100 meter lagi”
“ Aku turun disini saja. Aku tidak mau ada
ribut-ribut disekolahku karena melihatmu, lebih baik kau bergegas kesekolahmu!”
jawab Yui tegas.
“ Apa kau yakin? Aku tidak mau kau membolos”
Yui menatap Taemin datar.
“ Aku tak kan bolos, bodoh” Yui berjalan
meninggalkan Taemin yang lagi-lagi hanya bisa menghela napas panjang atas
kelakuan isterinya itu.
***
Beberapa Hari Kemudian...
“ Yui!!
Cepat bangun! Aissshhh! Aku tidak mau di hari pertamaku terlambat!” seru Taemin
sambil terus menguncang-guncang tubuh Yui. Yui mengerang sebentar lalu kembali
terlelap. Taemin kesal menatap Yui.
“ Yak!! Yeoja cengeng cepat bangun! Kau harus
sekolah!” teriak Taemin lagi. Yui menutup telinganya kesal.
“ Kalau kau mau pergi sekolah pergi saja
sendiri! Aku sedang malas sekolah!” gumam Yui pelan sambil menarik selimutnya
menutupi seluruh tubuhnya. Taemin sangat kesal melihat Yui yang mengacuhkannya
lalu membuka selimut Yui dan menggendong tubuh Yui menuju kekamar mandi.
“ Yak! Apa yang kau lakukan?! Turunkan aku!
Cepat!! Yakk!! Lee Taemin!” teriak Yui ketika Taemin mengangkat tubuhnya. Yui
memukul punggung Taemin yang tidak menghiraukannya. Lalu Taemin meletakkan Yui
di Bathub ketika mereka sudah berada di kamar mandi. Yui menatap Taemin tajam.
“ Cepat mandi! Atau kau mau aku berdiri disini
memastikan bahwa kau benar-benar mandi?” tanya Taemin kesal.
“ Dasar Bodoooooohhhh!!!!” teriak Yui.
***
“ Anak-anak.. Hari ini kita mendapatkan teman
baru lagi. Aku yakin kalian semua sudah mengenalnya..” kata Park seosangnim.
Seluruh kelas mengangguk antusuias sebagai jawaban.
“ Baik.. nah Taemin silahkan perkenalkan
dirimu agar kami bisa mengenalmu dengan baik” katanya lagi kepada siswa yang
berdiri di sebelahnya. Yui menatap keluar jendela, tangannya menopang dagunya.
Ia tidak peduli dengan antusias teman-temannya.
“ Annyeonghasseo.. aku Lee Taemin. Mulai
sekarang aku akan mulai belajar disini. Aku mohon jangan perlakukan aku dengan
special anggap saja aku juga sama seperti kalian! Mohon bantuannnya” Taemin
membungkuk. Seluruh kelas bertepuk tangan sebagai sambutan untuk Taemin. Taemin
tersenyum memandang teman-teman barunya. Tanpa sengaja dia melihat Yui sedang
melamun menatap keluar jendela. Taemin merasa sedikit kecewa, kenapa hanya Yui
yang tidak senang melihatnya disini?
“ Baiklah.. Taemin kau bisa duduk di belakang
Yui di sebelah Luna. Aku yakin kau mengenal Luna. Bukankah kalian juga satu
agensi?” tanya Park seosangnim. Taemin tertegun mendengar nama Luna. Dia
menatap yeoja yang duduk dibarisan belakang kelas. Benar itu Luna, Luna
temannya di SM. Luna yang ditatap tersenyum yang melambai singkat. Taemin balas
tersenyum. Dan berjalan menuju kursinya.
“ Baik. Kita mulai saja pelajarannya”
***
“ Taemin, perkenalkan namaku Hye Rin. Salam
kenal!”
“ Aku Min Ra!”
“ Aku Ah ra!” Taemin menatap bingung para
Yeoja yang mengelilinginya ketika jam istirahat tiba. Jadi dia hanya bisa
tersenyum menanggapi mereka semua.
“ Jadi kenapa kau pindah?”
“ Apa aku boleh minta Tanda tanganmu?”
“ Yeoja-yeoja bodoh!” seru Yui pelan namun masih
bisa didengar oleh para yeoja yang mengelilingi Taemin. Mereka semua menoleh
kesal.
“ Apa maksudmu Yui-ssi??” tanya Hye Rin keras.
Yui menatapnya tidak peduli.
“ Pikirkan saja sendiri” jawab Yui sekenanya.
Taemin menatap Yui prihatin. Kenapa yeoja satu ini tidak pernah menunjukkan
kepeduliannya kepada orang lain?. Yui yang muak melihat yeoja-yeoja teman
sekelasnya, berjalan meninggalkan kelas itu.
“ Kau mau kemana?” Tanya Taemin. Yui menoleh
dan menatapnya datar.
“ Bukan urusanmu. Namja Imut” jawabnya ketus.
Para yeoja menatapnya tidak percaya. Seorang Yui berani mengatai idola setampan
Taemin? Mereka berdecak kesal.
“ Sudahlah Taemin-ah.. biarkan saja Yeoja tak
tahu diri itu!” seru para yeoja itu. tapi Taemin tidak bisa membiarkan Yui
pergi sendirian.
“ Ma..maaf aku mau ke toilet dulu ya
teman-teman” Kata Taemin lalu bergegas menyusul Yui.
“ Yuiii!” panggil Taemin pada Yui yang
berjalan didepannya. Yui tak menghiraukan Taemin.
“ Heii Yui!” tetap tak ada jawaban dari Yui.
“ Hei! Ayo berbalik!” seru Taemin tapi Yui
tetap terus berjalan tanpa menghiraukannya.
“ Yeoja cengeng!” panggil Taemin lagi. Kali
ini Yui membalikkan tubuhnya. Dia menatap Taemin tajam.
“ Jangan panggil aku seperti itu disini!”
katanya kesal. Taemin tersenyum.
“ Kau kenapa tadi? Kenapa marah-marah begitu?”
tanya Taemin. Yui tertegun mendengar ucapan Taemin. Kenapa dia marah? Dia juga
tidak mengerti. Tadi dia hanya kesal melihat yeoja-yeoja itu mengelilingi
Taemin.
“ Apa kau cemburu?” tanya Taemin lagi. Yui
menatapnya Tajam.
“ Jangan Harap!” serunya. Lalu berjalan lagi
meninggalkan Taemin.
“ Kau mau kemana? Sebentar lagi pelajaran akan
dimulai” tanya Taemin. Lagi-lagi Yui tidak menghiraukannya.
***
Sudah 2 minggu Taemin bersekolah di sekolah
Yui. Setiap Hari dia dan Yui berangkat sekolah bersama -walaupun Yui tetap
tidak mau ada yang melihat mereka berdua berangkat bersama- dan pulangnya juga
bersama. Kalau pulang Yui akan menunggu Taemin dan motornya 100 meter dari
sekolah.
“ Hari ini, kita ke Toko Buku dulu ya? Aku mau
membeli beberapa buku pelajaran” kata Taemin sambil berbisik padaYui ketika bel
tanda Pulang berbunyi. Yui menatap Taemin tampak berfikir.
“ Maaf Taemin. Hari ini kau harus pulang
sendiri lagi. Aku masih ada sedikit urusan” jawab Yui dengan nada menyesal
menyesal. Taemin menatapnya bingung. Sebenarnya ada apa dengan Yui, sudah
seminggu ini dia tidak pulang bersama Taemin dengan alasan yang sama.
“ Urusan lagi? Sebenarnya ada apa sih? Aku
ikut saja ya?” tanya Taemin.
“ Tidak usah. Kau kan harus segera bersiap
untuk acara MuBank malam ini” Tolak Yui halus. Tak biasanya dia bicara sopan
begini. “ Aku bisa pergi sendiri. Kalau nanti Appa, Oppa, atau Ahjumma
menanyakanku, kau bilang saja aku pergi kerumah teman untuk kerja kelompok.
Ok?” kata Yui lagi. Alis Taemin berkerut. Sudah seminggu pula Taemin memberikan
alasan itu untuk anggota keluarga Yui.
“ Kenapa harus berbohong terus? Sebenarnya kau
mau apa?” tanya Taemin curiga.
“ Sudahlah, kau mau kan membantuku? Saat ini
hanya kau yang bisa kuandalkan Taemin-ah” bujuk Yui. Taemin terbelalak kaget.
Ada apa dengan Yui? Tidak biasanya dia memohon pada seseorang. Dan lagi dia
memanggil Taemin dengan akrab begitu, Biasanya dia memanggil Taemin tanpa
embel-embel –ah.
Yui melihat jam tangannya. “ ahh Taemin-ah aku
harus bergegas. Tolong ya” kata Yui sambil berlari meninggalkan Taemin yang
masih berdiri bingung.
***
Taemin berjalan mondar-mandir di dalam ruang
Tunggu MuBank. Ia baru saja mendapat telepon dari mertuanya yang menanyakan apa
Yui berada bersamanya di sini atau tidak. Mertuanya bilang Yui belum kembali
sejak ia berangkat sekolah bersama Taemin. Taemin tahu sebenarnya bukan hari
ini saja Yui pulang telat, kejadian ini sudah terjadi selama seminggu. Sekarang
Taemin sedang berusaha menghubungi ponsel Yui, tapi Ponsel Yui sepertinya
dimatikan.
“ Kemana sih Yeoja Cengeng itu?! membuat
khawatir saja!” gerutu Taemin. Minho yang sejak tadi memperhatikan Taemin yang
seperti setrikaan itu mulai merasa kesal.
“ Yak! Taemin-ah, bisa tidak sih kau duduk
dengan tenang! Aku capek melihatmu mondar-mandir begitu!” seru Minho kesal.
Taemin menoleh dengan tampang Innocentnya.
“ Kalau begitu, Tak usah Dilihat Hyung” kata
Taemin Polos lalu kembali mondar-mandir. Minho mendengus kesal.
“ Taeminnie.. ada apa sih, sejak tadi kau
spertinya tidak tenang?” tanya Key.
“ Apa ada masalah dengan Yui?” tebak Jonghyun.
Taemin hanya mengagguk lemah.
“ Tadi Yesung appa menelpon, katanya Yui belum
pulang sejak tadi. Ini kan sudah malam hyung” kata Taemin khawatir.
“ Sudahlah, mungkin dia sedang
bersenang-senang di Game center. Kan dia sudah biasa begitu” hibur Jonghyun.
Taemin menghela napas panjang. Ya mungkin saja begitu.
“ Ayo, teman-teman saatnya kita Tampil” kata
Onew yang tiba-tiba muncul di balik pintu. Mereka semua lalu bergegas menuju
panggung.
***
Taemin bergegas memasuki kamar, setibanya dia
dirumah. Ia ingin memastikan Yui sudah pulang atau belum. Ia memperhatikan
sekeliling kamarnya dan tak melihat tanda-tanda adanya Yui disana. Kemana
sih yeoja cengeng itu?
Clek. Suara pintu kamar mandi terbuka. Taemin
segera menoleh dan melihat Yui dengan rambut basahnya baru keluar dari kamar mandi.
Yui melihat Taemin yang berada di depan pintu.
“ Kau sudah pulang? Apa kau mau mandi? Air
hangatnya masih ada tuh!” kata Yui sambil menunjuk kedalam kamar mandi. Taemin
berjalan mendekatinya. Semakin lama semakin dekat. Sampai-sampai Yui harus
mundur karena takut Taemin akan menabraknya. GYUUT.
Yui membelalakan mata atas perlakuan Taemin
yang tiba-tiba MEMELUKNYA.
“ Yeoja bodoh! Bodoh! Sungguh bodoh!” gumam
Taemin pelan. Yui menatap Taemin bingung. Ada apa dengan Namja imut ini?.
Taemin mengeratkan pelukannya hingga membuat Yui merasa sesak.
“ Yak! Namja Imut, lepaskan aku.. a..aku
tak...bi..bisa bernapas!” Yui meronta berusaha melepaskan Pelukan Taemin.
Taemin yang menyadarinya segera melepaskan pelukkannya. Yui bernapa lega ketika
Taemin melepaskan pelukkannya, lalu menatap Taemin yang sedang menatapnya aneh.
Yui meletakkan tangannya di dahi Namja itu. Normal.
“ Kau ini kenapa sih? Apa kau sakit?” tanya
Yui. Taemin menatap Yui lalu menggeleng.
“ Lalu?” tanya Yui lagi meminta penjelasan.
Taemin tersenyum kecil. Lalu mengusap puncak kepala Yui.
“ Tidak apa-apa. Aku senang kau sudah pulang.
Nah sekarang aku mau mandi” kata Taemin lalu masuk ke kamar mandi. Mata Yui
mengikuti kemana sosok Taemin pergi. Taemin sangat aneh tadi. Ada apa
sebenarnya? Yui mengangkat bahu pelan. Sudahlah.. memang Namja itu suka aneh
sendiri. Mungkin obatnya Habis, pikir Yui. Lalu dia berjalan ke arah tempat
tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah hari ini.
~ To be Continued
A/N : sebenarnya apa yang membuat Yui pulang
begitu larut? Penasaran?? *reader : nggakkk #Plak.. ya sudah lah.. saya terima
saja kalau ga ada yang penasaran -____-“
Huft.. akhirnya selesai juga part ini... maaf
atas ngaretnya part ini.. maklum pelajar. Tugas numpuk. Maaf juga kalo part ini
gaje stengah mati..aku udah kehabisan ide.. hehe. Tapi makasih buat yang masih
mau baca FF ga jelas ini. Mohon Like or Comment nya..
Dewa dewa adieu.. *author dadah2 sama YUI.
syukurlah fanfic ni msih brlanjut
BalasHapuscritany bgus bnget, g sbar ma klnjutanny
ganbatte kudasai!!!
kutunggu klnjutanny...