Langsung ke konten utama

I don’t want to see your sadness part 3 ~ A foolish Bet ~


I don’t want to see your sadness part 3 ~ A foolish Bet ~

Author                      : Mayujita a.k.a Lee Jin ah a.k.a mayuki
Main cast                  : Yui Yoshioka a.ka Lee Yui, Taemin a.ka Lee Taemin, Lee Jinki a.ka Onew 
Suporting cast          : Member SHINee, Kim Jongwoon a.ka Yesung appa (anggap aja marganya yesung jadi Lee hehe ^^), Lee jin hye a.ka Jin hye umma (Immaginary).
Length                      : Sequel
Genre                        : Life, Family, Sad (?)
Rating                       : PG-13


Part 3 ~ A Foolish Bet ~
“ Appa.... aku... aku akan menikah dengan Taemin” suara Yui yang biasanya mampu membuatku tenang sekarang menjadi bagaikan petir di telingaku. Tidak mungkin kan? Yui, kau tidak mungkin menerima pernikahan ini kan? Tidak mungkin kan?
“ Bagus. Kalau begitu kita bisa segera menikahkan mereka. 5 hari lagi bagaimana?” Kata Yesung appa senang. Apa? 5 hari lagi? Secepat itu?
“ Ya lebih cepat lebih baik, menurutku mengingat bagaimana keadaan nenek” kali ini Ummaku yang memberikan pendapatnya. Apa? Bahkan Umma juga setuju? Aku melihat Yui mengangguk pelan, tanda setuju. Aku benar-benar lemas mendengar pembicaraan mereka. Rasanya aku ingin menghilang dari tempat ini.

Yui POV

“ Yui.... nenek tahu kau masih ingin mengejar cita-citamu. Tapi.. nenek mohon padamu.. sebelum nenek meninggal.. nenek mau melihatmu menikah dengan Taemin. Taemin adalah anak dari orang yang sudah menyelamatkan nyawa Appa-mu dulu” kata nenek lemah setelah aku dan Taemin berdiri di sampingnya. Aku menggenggam tangan nenek.
“ Tapi nek...”
“ Nenek mohon Yui.. sebagai permintaan terakhir nenek... nenek mohon.. uhuk..uhuk” kata nenek memotong perkataanku. Aku menatap nenek khawatir. Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus menerima pernikahan ini? Tapi aku tidak ingin mengecewakan nenek. Nenek sudah sangat baik padaku selama ini. Dia selalu menghiburku setiap kali aku mengingat Umma.
“ Ba..baiklah nek. Aku... aku mau menerima pernikahan ini demi nenek” kataku pada akhirnya. Tuhan.. Semoga keputusanku ini tidak salah. Kulihat nenek tersenyum lemah. Lalu menatap Taemin.
“ Taemin.. apa kau mau menikah dengan Yui dan berjanji melindunginya? Dia ini sebenarnya anak yang baik” kata Nenek berbicara pada Taemin.
“ Aku tahu dia anak yang baik dan hebat, kami pernah sekelas waktu SMP” kata Taemin. Nenek tersenyum.
“ Benarkah? Kalau begitu kalian sudah saling mengenal dengan baik kurasa. Jadi tidak akan ada masalah dengan pernikahan kalian. Nah Taemin apa kau berjanji akan menikah dengan Yui dan melindunginya dengan seluruh kemampuanmu?” tanya nenek lagipada Taemin. Aku menatap wajah Taemin yang terlihat Ragu. Namun sedetik kemudian wajahnya berubah yakin
“ Ya.. aku berjanji” jawab Taemin. Aku menatap Taemin. Nenek tersenyum puas.
“ Baiklah.. kalian sudah berjanji untuk menikah. Nenek sangat senang uhuk..uhuk..uhuk” nenek batuk dengan napas yang tersengal-sengal. Aku menatap nenek cemas.
“ Apa perlu aku panggilkan dokter?” tanyaku cemas.
“ Ti.. tidak perlu. Aku hanya butuh istirahat” jawab nenek dengan napas tersengal.
“ Baiklah.. nek.. nenek istirahat saja.. biar aku dan Taemin keluar jadi nenek bisa istirahat dengan tenang” kataku lagi. Nenek tersenyum dan mengangguk pelan. Aku dan Taemin berjalan meninggalkan nenek untuk istirahat. Aku menatap wajah Taemin. Dia tersenyum manis padaku dan kembali menggengam tanganku. Hangat.
Ketika keluar dari kamar rawat nenek aku melihat Appa, Jin hye ajumma dan keluarganya Taemin menatapku. Apa aku harus mengatakannya? Tapi aku sudah berjanji pada nenek.
“ Appa.... aku... aku akan menikah dengan Taemin” kudengar suaraku sendiri seperti suara oranglain. Apa keputusanku ini benar?
“ Bagus. Kalau begitu kita bisa segera menikahkan mereka. 5 hari lagi bagaimana?” 5 hari? Secepat itukah?
“ Ya lebih cepat lebih baik, menurutku mengingat bagaimana keadaan nenek” kata Jin hye ajumma. Nenek. Ya karena nenek lah aku menerima ini semua. Aku mengangguk pelan tanda setuju dengan keputusan Appa. Kulihat appa dan semua orang yang berada di sana tersenyum puas. Tuhan.. semoga keputusanku tidak salah. Semoga...

***

“ Yui.... Hei! Ayo bangun!” sayup-sayup kudengar suara seseorang memanggilku. Aku membuka mataku perlahan dan mengerjap-kerjapkannya. Ketika mataku sudah terbiasa dengan keadaan sekitarku. Kulihat Taemin sedang terseyum kearahku. Eh? Taemin?
“ Ya! Apa yang kau lakukan dikamarku??!!” teriakku pada Taemin dan menarik selimutku sampai ke leher. Dia tertawa. Aiisshh namja Imut!!
“ Hhahaha Apa kau lupa hari ini kita disuruh memilih baju pernikahan?” tanya Taemin. Eh? Baju pernikahan? Aahh ya.. ya aku lupa! Terlalu banyak kejadian kemarin. Setelah aku menyetujui akan menikah dengan Taemin, appa menyuruhku untuk memilih dan mencocokkan baju pernikahan bersama Taemin.
“ Aiissshh bagaimana aku bisa lupa?” gumamku pelan. Kulihat Taemin masih terkekeh.
“ Cepatlah mandi dan bersiap. Aku akan menunggumu dibawah” kata Taemin lalu mengusap puncak kepalaku pelan dan berjalan keluar dari kamarku. Deg.. deg... deg
Kenapa ini? Ada apa dengan jantungku ini? Kenapa aku merasa berdebar dengan perlakuan Taemin? Aiiissshhh..... sudahlah! Aku berjalan ke kamar mandi untuk bersiap-siap.

Taemin POV

“ Yui.... Hei! Ayo bangun!” teriakku untuk membangunkan yeoja yang sedang tertidur pulas. Dasar yeoja cengeng. Bagaimana mungkin dia belum bangun jam segini?! Ya ampun!
 Kulihat dia mulai bereaksi atas teriakkanku. Dia mulai membuka dan mengerjap-kerjapkan matanya. Aku tesenyum menatapnya. Dia menatapku bingung... lalu
“ Ya! Apa yang kau lakukan dikamarku??!!” Yui berteriak dan menarik selimutnya sampai ke leher. Aku tertawa melihatnya. Ekspresinya lucu sekali ketika dia melakukan itu. Haha ^^
“ Hhahaha Apa kau lupa hari ini kita disuruh memilih baju pernikahan?” tanyaku padanya. Ya itulah alasanku kesini. Untuk menjemputnya ke butik. Tapi ternyata dia masih asik-asikan tidur! Aiiisssshhh -___- .
“ Aiissshh bagaimana aku bisa lupa?” gumamnya pelan tapi aku masih bisa mendengarnya. Aku terkekeh. Dasar yeoja bodoh!
“ Cepatlah mandi dan bersiap. Aku akan menunggumu dibawah” kataku lalu –entah datang dari mana ide itu– mengusap puncak kepalanya pelan dan berjalan keluar dari kamarnya. Aku tersenyum sambil menggengam tanganku yang tadi menyentuh rambut lembut Yui dengan tanganku yang lain.
“ Taemin? Kenapa kau ada disini?” aku menoleh untuk melihat siapa yang memanggilku. Kulihat Onew hyung keluar dari sebuah ruangan yang sepertinya adalah kamarnya.
“ Onew hyung.. ahh aku baru saja membangunkan Yui. Karena kami akan pergi memilih baju untuk pernikahan. Apa hyung baru bangun?” dia tersenyum.
“ Tidak juga.. aku baru selesai mandi... Apa Yui sudah bangun?”
“ Sudah.. dia sedang bersiap-siap” jawabku sambil tersenyum.
“ Ahh... begitu.. eh apa kau mau kebawah?” tanyanya.
“ Ya.. aku mau menunggunya dibawah”
“ Kalau begitu ayo.. aku juga mau kebawah” katanya. Aku mengangguk dan berjalan menuruni tangga bersama Onew hyung. Entah kenapa aku merasa Onew hyung sedikit berubah. Sekarang dia menjadi lebih suka diam dan senyumnya pun tidak seceria biasanya.
“ Taemin-ah, Jinki-ya.. ayo kita sarapan dulu” kata Jin hye ahjumma ketika kami sudah berada diujung tangga. Aku tersenyum.
“ Terimakasih banyak ahjumma.. aku-”
“ Sudahlah jangan sungkan begitu.. bagaimanapun juga kau akan segera menjadi bagian keluarga ini. Kan kau akan jadi suami Yui” kata Yesung ajusshi. Kurasakan wajahku sedikit panas. Pasti wajahku sekarang sudah memerah. Aku menundukkan wajahku agar mereka tidak melihat wajahku. Aku malu jika memikirkan Yui akan jadi Isteriku. Aigoo~ aku masih belum percaya dengan semua ini.
“ Jinki-ya.. ajak Taemin makan bersama kita” kata Jin Hye ahjumma. Kurasakan tangan Onew hyung menarik tangan kananku ke arah Meja makan. Aku pasrah saja.. mau bagaimana lagi?.
Aku duduk dihadapan Yesung ajusshi, di sebelah kananku ada Onew hyung dan di hadapan Onew hyung ada Jin hye ahjumma yang sedang tersenyum ramah. Dia sedang menyendokkan nasi ke piring Yesung ajusshi dan Onew hyung, lalu setelah itu dia juga melakukannya untukku. Omo! Untukku?
“ Kau harus makan yang banyak Taemin-ah” kata Jin hye ahjumma. Aku hanya bisa mengangguk dan mengatakan ‘Gamsahamnida’.
“ Yui-ya.. ayo makan dulu” aku menoleh kearah tangga. Kulihat Yui sudah rapi dan memakai pakaian yang sangat sederhana seperti saat di Reuni itu.
“ Ne Oppa..” katanya lalu jalan menghampiri meja makan dan duduk disebelah Onew Hyung. Jin hye ahjumma segera menyendokkan nasi ke piring Yui. Tapi Yui langsung menyingkirkan tangan Jin hye ahjumma yang sudah siap memasukkan nasi kedalam piringnya. Lalu menatap Jin hye ahjumma tajam.
“ Aku bisa melakukannya sendiri” katanya dingin. Ekspresi Jin hye ahjumma seketika itu berubah kecewa tapi sedetik kemudian dia tersenyum dan mengangguk lalu kembali duduk di kursinya dan melanjutkan makannya.
Yui menyendokkan nasi kedalam piringnya. Eh? Sedikit sekali makannya. Dia hanya memasukkan satu sendok nasi. Kau bisa bayangkan hanya satu sendok. Bagaimana bisa kenyang?
“ Yui-ya kau harus makan yang banyak” kata Onew hyung lalu menyendokkan lagi nasi kepiring Yui. Yui hanya menatap Onew hyung datar, tapi tidak menyingkirkan tangan Onew hyung seperti yang dilakukannya pada Jin hye ahjumma.
“ Kau harus menjaga kesehatanmu. Kalau kau sakit aku tidak bisa berkerja dengan baik nanti. Aku pasti akan memikirkanmu terus. Arraseo?” kata Onew hyung lagi sambil mengambilkan ayam goreng ke piring Yui. Yui tersenyum pada Onew hyung.
“ Ne.. Arraseo Oppa.. Gomawo~..” jawab Yui. Lalu melahap nasinya.
Suasana saat makan bersama mereka entah kenapa sungguh tidak nyaman. Keluarga ini seperti terpecah menjadi 2. Di hadapanku Yesung ajusshi dan Jin hye ahjumma mengobrol dan sesekali mengajakku juga. Sementara Yui dan Onew hyung tertawa bersama tanpa tertarik sekalipun pada Yesung ajusshi dan Jin hye ahjumma. Hanya sesekali Onew hyung ikut dalam pembicaraan Jin hye ahjumma dan Yesung ajusshi. Aku memang sudah tau Yui ‘kurang dekat’ dengan orangtuanya. Dan kurasa orang yang paling dekat dengannya hanya Onew hyung. Setiap perkataan Onew hyung yang kami –para member SHINee– anggap sangat garing mampu membuat Yui tertawa lepas. Apa Yui menyukai Onew hyung? Ahh itu kan tidak mungkin.. Onew hyung kan Oppanya Yui. Aku buru-buru menghapus pikiran itu dari kepalaku.
“ Taemin apa kau sudah selesai makan? Kalau sudah ayo segera ke butik. Nanti keburu siang” kata Yui ketika sudah selesai makan. Aku mengagguk sebagai jawaban dan bangkit dari kursiku. Yui keluar rumah tanpa pamit dulu pada Jinhye ahjumma dan Yesung ajusshi. Aiiisssshh seperti anak kecil saja. Aku membungkukkan badanku dan pamit kepada kedua orangtua Yui dan menyusul Yui.

***

“ Bagaimana kalau yang ini Tuan?” tanya salah satu pegawai butik sambil menunjukkan Yui yang mengenakan gaun pengantin. Yui memasang wajah tidak suka. Ini sudah baju ke 15 yang dia coba dan semuanya tidak ada yang membuat gadis itu terlihat suka.
“ Ha~h.. jadi kau juga tidak suka baju yang ini? Menurutku gaun itu cocok di badanmu” kataku padanya. Dia hanya tersenyum sinis.
“ Aku tidak suka baju yang seperti ini. Tidak bisakah mereka membuat pakaian pengantin wanita yang mengenakan celana? Jangan dress terus. Membosankan!” katanya enteng. Kulihat pegawai itu melongo mendengar perkataan Yui. Aku tertawa. Gadis ini benar-benar memiliki pemikiran yang diluar dugaan.
“ Ya! Kalau mempelai wanitanya juga pakai celana nanti para tamu bingung yang mana mempelai wanita dan mempelai prianya” jawabku sambil terus tertawa. Kulihat dia terkekeh.
“ Benar juga ya? Nanti kalau aku menikah denganmu dan aku memakai celana sebagai pakaian pengantinku nanti bisa-bisa aku dikira si mempelai pria karena kau begitu imut seperti seorang yeoja” Mwo?! Kenapa dia malah mengejekku. Aiiissshh
“ Yak! Kenapa kau malah mengejekku?! Aiiissshhh sudahlah.. cepat pilih bajunya. Aku sudah lapar” kataku kesal padanya. Dia tertawa dan kembali masuk kedalam kamar ganti untuk yang ke 16 kalinya. Semoga gaun selanjutnya dia menyukainya.. aku benar-benar lapar. -__-
“ Kau mau makan apa?” tanya Yui padaku ketika kami sudah pergi dari butik itu setelah Yui menemukan gaun yang nyaman baginya. Aku mengalihkan pandanganku sebentar dari jalan dan menatapnya.
“ Aku sedang ingin makan Ramen. Kau?” tanyaku balik sambil kembali memperhatikan jalan.
“ Baiklah.. aku tahu kedai Ramen yang enak disekitar sini. Ayo kita kesana” katanya sambil tersenyum. Aku mengangguk dan menjalankan mobil ke alamat yang disebutkannya tadi.
“ Yak! Lee Taemin tadi kau bilang kau lapar? Kenapa masih diam saja disitu” seru Yui dari dalam sebuah kedai Ramen yang tadi dia beritahukan. Kedai Ramen ini kecil, benar-benar sederhana dan... agak berada di tempat yang terpencil. Bagaimana Yui bisa menemukan kedai seperti ini.
“ Hei jangan bilang kau tidak mau makan ditempat seperti ini?! Cih.. dasar artis!” katanya pelan.
“ Bukannya aku tidak mau.. aku hanya heran kenapa kau bisa menemukan tempat seperti ini? Aku sering melewati jalan ini tapi tidak pernah menyadari adanya kedai ini” kataku.
“ Cih! Kau pantas jadi artis sejati!” katanya menekankan nada kalimatnya pada dua kata terakhir.
“ Maksudmu?” tanyaku heran.
“ Seorang ‘artis sejati’ kan tidak pernah memikirkan keadaan sekitarnya. Mereka Cuma bisa makan di cafè-cafè mahal dan penuh dengan orang-orang yang sering membuang-buang uang mereka untuk sesuatu yang sebenarnya tidak penting” jawabnya acuh. Aku memandanganya heran.
“ Kenapa kau berpikir seperti itu? Apa Onew hyung seperti itu? Bukankah dia juga artis sepertiku?” tanyaku heran. Yeoja ini sejak dulu memang punya pemikiran yang unik tapi sejak dulu juga kata-katanya tajam. Aku tahu sebenarnya dia tidak jahat, tapi dia memang lebih suka mengungkapkan semua yang ada di pikirannya.
“ Oppaku itu berbeda.. oppaku tidak pernah menolak jika kuajak ke kedai seperti ini. Dia juga tidak pernah menolak jika aku ajak ketempat-tempat yang menurut orang sepertimu tidak layak didatangi” jawabnya santai.
“ Ayo.. apa kau masih mau berdiri saja dan membiarkan perutmu berdemo?” tanyanya lagi. Lalu berjalan memasuki kedai itu. Aku mengikutinya masuk dan melihat sekeliling tempat itu. walaupun kecil tapi tempat ini bersih dan nyaman. Pantas Yui suka tempat ini. Aku duduk dibangku di hadapan Yui.
“ Jadi kau mau makan Ramen apa?” tanya Yui. Aku memperhatikan daftar menu yang sudah tersedia di meja, membacanya sebentar dan meletakkannya kembali.
“ Aku sama denganmu saja. Kurasa seleramu tidak akan aneh” kataku.
“ Baiklah... Ojiisan!! Aku pesan Ramen yang biasa ya 2 Porsi!” serunya kepada seseorang dibalik meja counter. Orang itu mengajungkan satu jempolnya dan berbalik kearah dapur. Aku menatap Yui.
“ Kau sering makan disini? Sepertinya kau kenal baik orang itu” kataku padanya.
“ Dia teman mendiang Ummaku dari Jepang” jawabnya santai. Aku menatap matanya. Walaupun dia berkata dengan santai seperti itu aku melihat Ada sedikit rindu dimatanya.
“ Apa kau merindukan Umma-mu?” tanyaku entah bagaimana kata-kata itu bisa keluar dari mulutku. Kulihat dia menatapku sedikit terbelalak.

Yui POV

“ Apa kau merindukan Umma-mu?” Deg! A..apa-apaan ini? Kenapa dia bisa tahu?
“ Bi..biasa saja” jawabku mengelak. Aku tidak mungkin menunjukkan hal lemah begini. Dia terkekeh pelan.
“ Tidak perlu berbohong. Terlihat dimatamu” jawabnya datar. Aku menatapnya tidakpercaya. Apa aku begitu mudah dibaca? Kenapa namja ini mudah sekali membaca perasaanku?
“ Yui.. Ini pesananmu.. Ramen Ayam dengan kuah banyak dan ekstra Pedas” kata Matsumoto Ojiisan sambil meletakkan 2 mangkuk besar Ramen yang masih mengepul. Aku terseyum manis pada pria setengah baya ini.
“ Doumo Arigatou Ojiisan!” dia mengagguk dan tersenyum jahil. Aku menatapnya bingung.
“ Ee, douita ne.. hei apa kau tidak mau mengenalkan pria ini padaku? Apa dia juga kakakmu?” tanya Matsu Ojiisan. Aku tertawa mendengar pertanyaannya.
“ Bukan, dia bukan kakakku. Maunya sih bilang kalau dia Bodyguardku. Tapi mau bagaimana lagi dia temanku” kataku sambil terkekeh. Taemin mendelik tajam mendengar komentarku. Matsu Ojiisan hanya tertawa.
“ Baiklah Yui.. aku harus kembali bekerja. Nikmati Ramenmu ya” kata Matsu Ojiisan tersenyum dan pergi meninggalkan aku dan Taemin. Aku menatap Taemin sebentar dan mulai mengambil sumpit.
“ Ayo dimakan! Tadi bukankah kau yang ribut ingin makan” kataku datar padanya dan mulai memasukkan potongan-potongan panjang mie Ramen itu. Dia menatap Ramennya sebentar lalu menggeleng pelan. Aku menghentikan kegiatanku.
“ Kau tidak mau makan? Bukankah tadi kau yang berisik ingin makan? Kau ini aneh” kataku datar dan kembali melanjutkan kegiatanku.
“ Aku tidak suka pedas. Dan Ramen ini kelihatannya sangat pedas” katanya sambil terus memperhatikan Ramen itu. Omo! Aku lupa dia kan memang sejak dulu tidak suka makanan pedas. Aiiisssshh dasar namja imut! Bagaimana dia bisa bilang kalau dia itu namja? Bahkan makan pedas saja tidak sanggup.
“ Aiissshhh kau itu namja, tapi tidak bisa makan Ramen ini? Dasar Imut” ejekku padanya sambil terus memakan Ramenku. Dia menggembungkan pipinya. Ahh benar-benar seperti anak kecil.
“ Aku ini Man.. aiiissshh sudahlah.. ini untukmu saja!” katanya sambil menyodorkan MieRamennya padaku. Aku menatapnya kesal. Dia pikir aku apa bisa makan dua porsi besar Ramen ekstra pedas ini?
“ Kau harus makan Ramen itu! aku tidak mau tahu” kataku tegas. Biar tahu rasa dia. Dia membelalakkan matanya menatapku tidak percaya. Dia sangat lucu ketika berekspresi seperti itu.
“ Shiro! Aku tidak mau makan ini. Nanti perutku sakit” katanya menolak. Aku terkekeh.
“Bagaimana bisa kau mengatakan dengan bangganya bahwa kau orang Korea tapi kau tidak suka pedas! Kau tidak cocok jadi Orang Korea.” Ejekku. Bagaimana pun caranya dia harus makan Ramen itu.
“ Tapi....” wajahnya memelas.
“ Bagaimana kalau kita Taruhan saja, kalau kau menghabiskannya aku akan bersedia kau panggil Yeoja Cengeng selamanya dan aku akan mentraktirmu susu pisang semaumu. Kau masih suka minum susu pisang kan? kalau kau tidak bisa menghabiskannya aku akan memanggilmu semauku dan kau harus mengantarku kemanapun aku mau selama 1 bulan walaupun kau sedang kerja. Bagaimana?” tawarku. Aku ingin melihat apa namja imut ini akan mau memakan Ramen ini setelah kuberikan tawaran ini. Dia terlihat berpikir sejenak.
“ Boleh tambah satu lagi hadiahnya?” katanya. Aku berpikir sejenak.
“ Baiklah.. apa?”
“ Kalau aku berhasil menghabiskan Ramen ini aku mau kau menonton semua Konser SHINee mulai kami pertama kali debut sampai sekarang. Lalu kau jelaskan satu per satu konsep konsernya. Dan kau tidak boleh melewatkannya satu pun. Kalau kau melakukannya maka aku tidak mau makan Ramen gila ini!” katanya. Semua Konser mereka dari awal sampai sekarang? Apa dia gila? Konsernya pasti sudah sangat banyak. Bagaimana caranya aku menonton Konser yang sudah lewat?
“ Bagaimana? Apa kau takut? Kalau begitu aku menang lagi. Jadi aku tidak harus makan Ramen gila ini” katanya senang. Aku menatapnya tajam. Cih! Aku paling benci kalau dia sudah bilang begitu. Aku benci dikalahkan olehnya.
“ Baik! Tapi aku juga mau tambah satu hadiahnya. Bagaimana?” kataku tak mau kalah. Dia hanya mengangguk.
“ Kalau kau tidak bisa menghabiskannya, kau harus me-cancel semua kegiatan artismu selama sebulan penuh! Bagaimana?” kataku senang. Aku tahu Taruhan ini terlalu berlebihan hanya karena aku ingin dia makan Ramen. Tapi karena dia juga sudah menantangku aku harus maju! Dia berpikir sejenak lalu mengangguk.
“ Bagus! Ayo dimakan!” dia menatap Ramen itu dengan tatapan nanar.

Taemin POV

“ Bagaimana kalau kita Taruhan saja, kalau kau menghabiskannya aku akan bersedia kau panggil Yeoja Cengeng selamanya dan aku akan mentraktirmu susu pisang semaumu. Kau masih suka minum susu pisang kan? kalau kau tidak bisa menghabiskannya aku akan memanggilmu semauku dan kau harus mengantarku kemanapun aku mau selama 1 bulan walaupun kau sedang kerja. Bagaimana?” Taruhan? Segitu inginkah dia melihatku menderita dengan makan Ramen gila ini? Tapi aku tidak mau dia terus memanggilku Namja imut dan lagi aku sangat ingin minum susu pisang apalagi gratis.
“ Boleh tambah satu lagi hadiahnya?” kataku setelah berpikir sejenak. Kulihat dia berpikir sejenak.
“ Baiklah.. apa?”
“ Kalau aku berhasil menghabiskan Ramen ini aku mau kau menonton semua Konser SHINee mulai kami pertama kali debut sampai sekarang. Lalu kau jelaskan satu per satu konsep konsernya. Dan kau tidak boleh melewatkannya satu pun. Kalau kau melakukannya maka aku tidak mau makan Ramen gila ini!” tawarku. Ayo! Apa kau masih mau melakukan taruhan ini setelah aku memberikan syarat bodoh ini?
“ Bagaimana? Apa kau takut? Kalau begitu aku menang lagi. Jadi aku tidak harus makan Ramen gila ini” kataku senang. Dia menatapku tajam.
“ Baik! Tapi aku juga mau tambah satu hadiahnya. Bagaimana?” katanya lagi. Ternyata dia masih belum mau menyerah. Aku mengangguk.
“ Kalau kau tidak bisa menghabiskannya, kau harus me-cancel semua kegiatan artismu selama sebulan penuh! Bagaimana?” Katanya senang. Mwo?! Apa dia gila? Men-cancel semua kegiatanku di SHINee selama sebulan? Aiisshhh yeoja ini benar-benar gila! Tapi aku tidak mungkin menolaknya. Baiklah... kau pasti bisa makan Ramen pedas itu Taemin. Pasti!
Aku mengangguk. Dia tersenyum senang.
“ Bagus! Ayo dimakan!” aku menatap Ramen itu dengan tatapan nanar.

***

“ Taeminnieee!! Umma sudah pulang! Omo! Kau kenapa nak?” teriakkan Key hyung ketika aku memasuki Dorm membuat perutku semakin sakit. Dia berjalan menghampiriku dan mencoba merangkulku. Aku melepaskan rangkulannya dan segera berlari ke kamar mandi. Perutku sudah tidak tahan!
“ Kau kenapa Taem?” tanya Jonghyun hyung ketika aku keluar dari kamar mandi untuk yang kesekian kalinya. Aku menatapnya lemas. Mungkin karena aku terlalu banyak kehilangan cairan.
“ Perutku sakit hyung...” jawabku lemah lalu merebahkan diri di sofa. Key hyung, Minho hyung dan Jonghyun hyung ikut duduk di sofa.
“ Sakit kenapa?” tanya Minho hyung terlihat khawatir. Aku tersenyum lemah.
“ Aku makan satu Porsi besar Ramen ekstra pedas” jawabku singkat.
“ MWO??!! Seru para Hyungku bersamaan.
“ Bukankah kau tidak bisa makan yang pedas-pedas Taemin? Kenapa kau makan Ramen itu?” tanya Key hyung terlihat sangat khawatir.
“ Aku tahu hyung.. tapi aku harus melakukannya?”
“ Kenapa?” tanya Minho hyung tidak sabar.
“ Ceritanya sangat panjang. Jadi.. kapan kalian tiba di Seoul kenapa tidak mengabariku atau Onew hyung?” tanyaku mengalihkan pembicaraan. Aku malas membahas kemenanganku atas Yui tapi membawa bencana tersendiri untukku. Minho hyung terlihat tidak puas dengan jawabanku dan menghela napas panjang.
“ Siang ini. Ketika kami kesini kau dan Onew hyung tidak ada disini. Kami menelepon Onew hyung dan bertanya, dia bilang dia sedang berada di rumahnya. Kami juga mencoba menghubungimu tapi tidak diangkat” jelas Jonghyun hyung. Ahh iya Ponselku tadi kumatikan ketika memasukki Pom Bensin.
“ Jadi kenapa kau pulang dengan keadaan sakit begitu dan ponselmu juga dimatikan?” tanya Minho hyung menatapku tajam. Aku menarik napas panjang dan menghembuskannya. Ya! Aku harus menceritakan ini pada mereka. Harus!

***

“ Mwoo???!!! Taemin??? Kau akan menikah 4 hari lagi?” Teriak Key hyung ketika aku sudah selesai menceritakan segalanya termasuk perihal pernikahan –dadakan– ku pada para hyung-ku. Aku tahu reaksi mereka akan begitu.
“ Sssstttt hyung.. tidak bisakah kau berbicara pelan-pelan bagaimana kalau paparazi yang suka menunggu di depan dorm kita mendengarnya? Aku dan orang tua Yui sudah memutuskan untuk tidak mempublikasikan pernikahan ini sampai waktunya tiba” kataku pada hyungku yang paling cempreng ini. Dia menatapku dengan tatapan –Maaf-.
“ Tapi apa kau serius Taem? Kau masih terlalu muda untuk menikah” Tanya Minho hyung.
“ Aku tahu hyung. Tapi kami melakukannya demi neneknya Yui. Dan lagi kata orangtuaku mereka dan orangtua Yui sudah merencanakan ini sejak aku dan Yui masih duduk di bangku SD. Apalagi setelah mereka tahu bahwa aku dan Yui adalah sahabat ketika SMP” jelasku. Ya aku masih ingat jelas ekspresi Yui yang menyetujui pernikahan ini di kamar rawat neneknya. Dia terlihat sangat ingin menolaknya tapi aku bisa melihat dari matanya bahwa dia tidak ingin membuat neneknya kecewa. Melihatnya seperti itu rasanya aku sangat ingin membantunya. Maka dari itu aku juga menerima pernikahan yang tidak logis ini.
“ Jadi kau dan calon istrimu itu sudah saling mengenal sejak lama?” tanya Jonghyun hyung. Aku mengangguk.
“ Ya. Waktu SMP, selama 3 tahun aku selalu sekelas dengannya dan bisa dibilang kami saingan dalam mendapatkan nilai terbaik. Dia itu yeoja pintar. Walaupun kami ini saingan tapi entah kenapa kami malah jadi sahabat akrab” jelasku lagi. Ya, dia benar-benar yeoja unik.
“ Baiklah Taem, jika itu memang sudah menjadi keputusanmu kami bisa berbuat apa selain mendukungmu. Tapi apa Manajer hyung sudah tahu hal ini?” tanya Minho hyung.
“ Aku sudah mengatakannya pada Manajer hyung. Awalnya dia memarahiku habis-habisan. Tapi setelah kujelaskan semuanya termasuk aku memutuskan tidak akan mempublikasikan pernikahan ini. Dia menyetujuinya walapun kurasa hanya setengah hati” Key hyung menghela napas panjang.
“ Lalu apa Onew hyung sudah kau beritahu juga? Bukankah dia berada di rumahnya” tanya Key hyung. Onew hyung? Tentu saja dia tahu. Dia kan....
“ Sebenarnya Yui itu... adiknya Onew hyung” kataku yang sukses membuat ketiga hyungku ini membulatkan matanya.
“ Mwo??!! Jadi kau akan menjadi adik iparnya Onew hyung?” tanya Jonghyun hyung tidak percaya. Aku mengagguk. Ya, Onew hyung akan segera menjadi kakak iparku. Tapi entah kenapa sejak Yui mengatakan akan menerima pernikahan ini, setiap kali dia melihatku, tatapannya sangat dingin berbeda dengan Onew hyung yang biasanya. Onew hyung yang memiliki tatapan dan senyuman hangat untukku. Ada apa dengan Onew hyung? Kenapa aku merasa dia tidak suka jika aku menikah dengan Yui. Apa Onew hyung menyukai Yui? Tapi itu tidak mungkin kan? Dia kan Oppanya Yui. Ya, tidak mungkin Onew hyung menyukai Yui. Aku buru-buru menghapus pikiran itu dari kepalaku.
“ Jadi hyung, kalian bisa kan menghadiri pernikahanku kan?” tanyaku penuh harap. Aku ingin para hyung kesayanganku ini menghadiri pernikahanku.
“ Tentu saja. Mana mungkin uri maknae menikah, kami para hyung tidak datang iya kan?” kata Key hyung yang langsung disertai anggukkan kepala Jonghyun hyung dan Minho hyung. Aku tersenyum melihat mereka. Lihat! Tidak salah kan kalau aku menyayangi mereka, mereka selalu mendukung apapun yang aku lakukan. ^^
***
To Be Continued~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Hands work "Digital Colouring Miku"

Hay hay!! I'm backk!! hehe akhir-akhir ini lagi keranjingan ngerjain digital colouring nihh.. nah kali ini miku yang jadi sasaran saya wkwk.. maaf ya kalo masih abal bgt! hehe Check this out aja lahh :) 

My Hands work (manga)

nahh yang ini tadinya gambar naruto ama Hinata tapi ku ubah.. ehh malah jadi mirip miku cewenya hehe.. buat visitor.. mohon komennya.. kalo ga bsa komen seenggaknya bisa voting hehe arigatou!! tolong jangan menyalahgunakan gmbar ini saya membuatnya dengan perjuangan.

I don’t want to see your sadness part 8 : ~Taemin Confessed~

I don’t want to see your sadness part 8 : ~Taemin Confessed~ Author              : Maulisa a.ka Mayuki a.ka Mayujita Main cast         : Yui Yoshioka as Lee Yui, Taemin as Lee Taemin, Lee Jinki as Onew  Suport cast      : Member SHINee, etc. You can find when you read. Length             : Sequel (8 of -) Genre               : Life, Family, Sad (?) Rating              : PG -16 Warning! Don’t Be a Copycat . Please make a sure with me if you want to re-publish this Fanfiction and don’t forget to write my name as the author. Thanks. Part 8  ~Taemin Confessed~ “ Skandal yang selama ini ditundingkan kepada Taemin SHINee dan Sulli f(x) akhirnya terungkap denga...