Langsung ke konten utama

I don’t want to see your sadness part 5 : ~Jinki and His Memory~


I don’t want to see your sadness part 5 : ~Jinki and His Memory~

Author             : Maulisa a.ka Mayuki a.ka Mayujita
Main cast         : Yui Yoshioka as Lee Yui, Taemin as Lee Taemin, Lee Jinki as Onew 
Suport cast      : Member SHINee, Kim Jongwoon as Yesung appa (anggap aja marganya yesung jadi Lee hehe ^^), Lee jin hye as hye jin umma (Immaginary).
Length             : Sequel
Genre               : Life, Family, Sad (?)
Rating              : PG-13

Part 5 : ~Jinki and His Memory~
Yui POV
Aku menatap seorang yeoja dengan gaun pengantin yang sangat indah, wajah yeoja itu sangat cantik. Namun wajah cantiknya tidak menunjukkan kilauan kegembiraan. Ekspresinya saat ini sangat kontras
dengan perhiasan berkilau yang dipakainya. Ya... yeoja itu aku. Aku menatap nanar diriku yang ada didalam cermin. Kenapa aku harus mengalami semua ini? Kenapa rasanya tuhan sangat tidak adil padaku. Setelah Tuhan memanggil Ummaku, sekarang Tuhan menentukan takdirku untuk menikah dengan orang yang tidak aku cintai. Ya.. aku memang sayang pada Taemin tapi hanya sebagai sahabat tidak lebih. Terlebih lagi setelah aku tahu bahwa Taemin adalah rekan satu Band dengan Jinki oppa. Selama ini aku tidak tahu pasti Jinki Oppa itu artis apa. Karena aku tidak berniat untuk mengetahuinya ditambah lagi aku lebih senang menghabiskan waktuku dengan berjalan-jalan dibanding menonton Tv dirumah.
“ Yui.. apa kau sudah siap?” kudengar Appaku berjalan menghampiriku. Aku membalikkan badanku menatap kosong Appaku dan mengangguk pelan. Appaku tersenyum lalu memberikan lengannya untukku. Aku memasukkan lenganku ke lengan Appa. Dan berjalan beriringan menuju tempat yang sudah di persiapkan sebaik-baiknya oleh Appa untuk acara sakral ini. Aku melihat, didepan di ujung jalan, Taemin sudah siap melakukan segala ritual sakral ini.
Acara pernikahan ini tidak begitu meriah menurutku, karena hanya dihadiri oleh keluarga kedua belah pihak dan rekan-rekan satu band Jinki oppa. Taemin terlihat lebih dewasa dengan Jas putihnya. Setelah aku dan Taemin memasangkan cicin pernikahan di jari kami masing-masing, Taemin mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku takut! Ini pertama kalinya aku berciuman. Apa yang harus kulakukan? Aku... Aku hanya bisa memejamkan mataku dan merasakan bibir Taemin menyentuh bibirku sebentar. First Kiss ku sudah kulakukan bersama suamiku. Ya... Suamiku...
“ Taemin-ah.... kenapa kau secepat ini menikah? Kau meninggalkan Umma-mu ini sendirian” kata seorang namja yang rambutnya di cat pirang kepada Taemin yang ada di sebelahku setelah acara inti selesai. Sekarang kami sedang duduk karena lelah akan segala ritual ini.
“ Hehe maafkan aku ya Key hyung” kata Taemin menanggapi perkataan namja itu.
“ Yaa Lee Taemin! Kau menikah mendahuluiku?! Aiisshh sudah begitu Istrimu begitu manis. Betapa beruntungnya kau” kali ini namja yang paling pendek berdiri di samping namja yang di panggil Key tadi lalu diikuti oleh dua namja lainnya yang salah satunya Jinki Oppa.
“ Hehe maaf ya Jonghyun hyung. Oh iya apa kalian sudah kenal pada Yui?” tanya Taemin pada ke tiga namja itu. ketiga namja itu menggeleng. Dan tersenyum.
“ Annyeonghasseo.. Joneun Bling-bling Jonghyun imnida. Selamat ya” kata namja yang paling pendek tadi memperkenalkan diri sambil membungkukkan badannya. Aku membalas sambil membungkukkan badan juga.
“ Annyeonghasseo.. Joneun Almighty Key imnida. Selamat buat kalian berdua.” kata namja berambut pirang itu sambil membungkukan badan juga. Aku membalas.
“ Annyeonghasseo.. Joneun Flaming Charisma Minho. Selamat ya Taemin, sekarang kau sudah punya istri” kata namja yang paling tinggi melakukan hal yang sama dengan kedua namja tadi. Dan aku membalasnya lagi.
“ Annyeonghasseo.. Joneun Lee Yui imnida. Senang berkenalan dengan kalian” kataku meperkenalkan diri sambil tersenyum kearah mereka semua. Kulihat Jinki oppa hanya diam berdiri agak belakang dari mereka. Aku menarik Jinki oppa agar duduk di sebelahku.
“ Silahkan duduk” kataku kemudian kepada 3 namja lainnya. Mereka duduk mengelilingi kami. Sambil mengobrol. Aku menatap Jinki oppa yang sejak tadi hanya diam. Kusentuh dahinya. Tidak panas.
“ Apa oppa sakit?” tanyaku cemas pada Jinki oppa. Dia terseyum yang menurutku dipaksakan.
“ Tidak. Aku baik-baik saja Yui-ya” jawab Jinki oppa. Aku menatapnya cemas. Ada apa dengan Jinki oppa sejak kemarin dia hanya diam.
“ Jadi Yui-ssi itu adik tirinya Onew hyung?” tanya namja yang bernama Minho tadi.
“ Waahh. Berarti sekarang Taemin adalah adik iparnya Onew hyung” sahut Key. Kulihat Jinki oppa tersenyum kearah mereka, senyum yang seperti biasanya. Syukurlah Jinki oppa bisa tersenyum lagi. Kurasa orang-orang ini benar-benar berarti untuk Jinki oppa.

Onew/ Jinki POV

“ Apa oppa sakit?” kata Yui sambil menyentuh dahiku.
“ Tidak. Aku baik-baik saja Yui-ya” jawabku sambil tersenyum yang sedikit dipaksakan. Dia menatapku cemas.
“ Jadi Yui-ssi itu adik tirinya Onew hyung?” tanya Minho. Aku menoleh kearah teman-temanku itu.
“ Waahh. Berarti sekarang Taemin adalah adik iparnya Onew hyung” sahut Key. Aku tersenyum mendengar komentar mereka. Ya aku harus bisa menerima semua ini, Yui sekarang adalah Istri dari namdongsaengku. Tapi apa aku bisa melepaskan Yui begitu saja? Hatiku begitu sakit ketika melihatnya dicium oleh Taemin setelah mereka memakaikan cicin pernikahan ke masing-masing jari manis mereka. Aku tahu ini salah, sekarang aku adalah Oppanya Yui. Tapi aku tidak bisa memungkirinya dan aku akui bahwa....
 Aku mencintai Yui.


***
Author POV
-Flashback-
Rintik Hujan musim gugur masih turun membasahi Seoul. Jinki sedang berjalan-jalan Disebuah Taman yang sepi. Dibawah Payung Transparannya dia memperhatikan butir-butir air Hujan yang menempel di Payungnya. ‘ Rasanya tenang berjalan-jalan ditengah hujan seperti ini’ pikir Jinki. Tapi tiba-tiba perhatiannya teralih...
“ Hiks.. Hiks..” terdengar suara tangis seorang yeoja di taman itu.
“ umma.. kenapa umma meninggalkan aku dan appa” Karena penasaran Jinki berjalan menghampiri sumber suara itu.Dilihatnya seorang Gadis berumur sekitar 16 tahun yang sedang terududuk di tanah yang basah, menangis di belakang sebuah pohon besar. Rambut dan Tubuh kecil gadis itu sudah basah kuyup. Jinki berjalan menghampiri Gadis itu. Lalu menghalangi Hujan yang terus menghujam tubuh lemah gadis itu dengan payungnya.
“ Gwenchana yo?”
Gadis itu mengangkat wajahnya yang sudah basah karena air mata dan air hujan, Dia menatap Jinki sendu. Jinki tak tega melihat gadis itu begitu, ia mengusap air mata Gadis itu dengan ibu jarinya Lalu tersenyum. Gadis itu hanya terdiam atas perlakuan manis Jinki lalu menundukkan kepalanya.
“ Go.. Gomawo” Kata Gadis itu pelan. ‘ Suaranya Lembut seperti Cream’ Pikir Jinki. Dan tanpa Jinki mau, Dadanya berdetak 2 kali lebih cepat. ‘Ada apa ini? Jangan bilang kalau aku.. ahh tidak tidak.. aku kan baru bertemu dengannya’.
“ Kau kenapa? Apa ada masalah? Kau bisa menceritakannya padaku” kata Jinki sambil tersenyum. Gadis itu menatap Jinki Ragu.
“ Oh iya panggil saja aku Jinki oppa. Umurmu baru 16 tahun kan? Siapa namamu?” kata Jinki lagi. Gadis itu mengangguk pelan.
“ Yu.. Yui.. Lee Yui” jawab Gadis yang bernama Yui itu sedikit terbata. Jinki tersenyum melihatnya.
“ Nah Yui-ya.. apa kau sedang ada masalah? Aku siap mendengar ceritamu” tawar Jinki sambil duduk diatas rumput di sampingnya ia tidak perduli pada celananya yang basah. Gadis ini, entah kenapa sudah membuat Jinki merasa tidak bisa meninggalkannya. Yui menatap Jinki ragu, entah kenapa Yui merasa sangat ingin bercerita pada Namja satu ini. Mungkin karena dia butuh seseorang untuk menumpahkan Kegelisahan, dan mulai membuka mulutnya...
“ Umma...... baru saja meninggalkanku dan appa” katanya memulai ceritanya. Jinki tersenyum mendengar Yui mau menceritakan masalahnya. Walaupun nanti Dia tidak bisa membantu Yui menyelesaikan masalahnya, tapi Jinki merasa, dia bisa mengurangi beban pada gadis itu.
“Aku...... baru saja selesai mengambil hasil kelulusanku. Aku sangat senang karena aku berhasil mendapatkan posisi kedua nilai terbaik di sekolah. Aku segera bergegas pulang kerumah ingin memberitahukan umma dan appa atas keberhasilanku” Yui berhenti sejenak, senyum manis terkembang di bibirnya. Lalu dia melanjutkan..
“ Tapi.... ketika sampai di rumah aku melihat begitu banyak mobil yang diparkir di depan rumah”  senyum Yui perlahan hilang, “Aku merasa ada yang tidak beres, aku segera lari memasuki rumah. Ketika appa melihatku memasuki ruangan dia langsung memelukku sambil menangis dan berbisik ‘ Yu...Yui... ummamu... ummamu mengalami kecelakaan dan sekarang dia... dia.. meninggalkan kita selamanya’.” Tatapan Yui berubah menjadi Kosong dan butiran air mata sudah siap kembali membasahi pipi nya.
“ Aku .... aku tidak tahu harus berbuat apa saat itu. Umma meninggalkanku tanpa mengatakan apa-apa. Aku langsung melepaskan pelukan appa dan berlari tanpa tujuan. Setelah aku sadar aku sudah menangis disini” Air mata Yui yang sejak tadi menunggu waktunya untuk turun, mulai mengalir dipipi Yui, matanya tetap menatap kosong. Jinki menatap Yui dengan hati yang miris.
“ Kenapa.. kenapa umma meninggalkan aku? Bahkan aku belum sempat memberitahukan kabar gembira ku pada umma” air mata terus mengalir dipipi Yui. Jinki yang tidak sampai hati melihat Yui begitu, mendekatinya dan memeluknya. Yui membalas pelukkan hangat Jinki dan terisak di dada Jinki.
“ Kau tahu.. terkadang Kenyataan hidup bertolak belakang dengan apa yang kita harapkan. Tapi dibalik itu semua pasti ada hal baik yang menunggu kita” kata Jinki sambil mengusap-usap punggung Yui pelan.
Hujan mulai berhenti, butir-butir airnya menyisakan kesegaran bagi para Tumbuhan. Yui dan Jinki masih terduduk di tanah basah di belakang pohon besar. Tadi Yui menangis di pelukan Jinki, sampai dia tertidur. Jinki menatap wajah Yui yang sedang tertidur. Bulir air mata masih tersisa di ujung matanya. Jinki menghapusnya dengan ibu jarinya. Lalu mengusap rambut panjangnya lembut. ‘Kenapa aku jadi begitu ingin melindungi gadis ini? Padahal aku baru saja bertemu dengannya 2 jam yang lalu. Apa benar aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama padanya?’ pikir Jinki sambil menatap wajah manis Yui. Dia benar-benar merasa gadis ini telah membuatnya merasa tidak bisa membiarkannya menangis seperti tadi.
“ Mmm.. hhmmm” Yui bergumam dan perlahan matanya terbuka. Jinki tersenyum. Yui mencoba duduk perlahan dan menguasap-usap matanya.
“ Kau sudah bagun? Apa kau sudah merasa lebih baik?” tanya Jinki pada Yui. Yui tersenyum lemah.
“ Apa aku tertidur? Dan.. oppa menungguku bangun?” dia bertanya balik. Jinki tersenyum dan mengangguk.
“ Gomawo oppa.. sekarang aku merasa lebih baik” kata Yui lagi sambil tersenyum. Jinki membalas Senyum Yui dan mengusap puncak kepala Yui pelan. Yui terdiam atas perlakuan Jinki, ia terlihat berpikir.
“ Oppa... ” panggil Yui. Jinki menoleh ke arah Yui.
“ apa.. apa besok kau bisa menemaniku di sini?” tanya Yui. Jinki sedikit terkejut mendengar permintaannya. Ia tidak menyangka akan mendengar pernyataan Yui tadi, apa Yui sudah percaya padanya? Jinki tersenyum...
“ Tentu. Dengan senang hati”

***

2 bulan kemudian....
“ Jinki.. besok umma akan mengundang calon appamu untuk makan malam. Kau tidak marah kan jika... jika umma menikah lagi?” tanya Jin hye ketika Jinki sedang bersiap-siap untuk pergi ketaman dimana dia akan bertemu dengan Yui. Ya sejak 2 bulan yang lalu Jinki selalu datang ke taman itu untuk menemani Yui bermain. Jinki menatap Jin hye yang memandangnya cemas. Jinki tersenyum.
“ Tidak. Asalkan umma bahagia aku tidak masalah” jawab Jinki santai. Jin hye tersenyum dan memeluk Jinki. Ia merasa sangat bahagia memiliki Jinki. Jinki membalas pelukkan Jin hye ‘Ya, ummaku sudah bejuang selama ini sampai aku bisa menjadi seperti sekarang, sekarang saatnya aku membiarkan umma mencari kebahagiaannya sendiri’.

***

Ting Tong...
“ Iya sebentar” sahut Jinki dari dalam rumah ketika mendengar bel rumah  berbunyi. Jinki membukakan pintu dan melihat seorang namja tampan yang sedang tersenyum kearahnya. ‘Dia pasti calon suami umma’ pikir Jinki. Jinki mempersilahkan namja itu masuk. Dia masuk sambil menggandeng seorang yeoja yang berusaha melepaskan tangannya dari namja itu. wajah gadis kecil itu yang menunduk sehingga Jinki tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Lalu Jinki mempersilahkan mereka masuk ke ruang makan. Jin hye yang melihat namja itu langsung berlari menghampirnya dan memeluknya begitu Jinki mempersilakannya masuk ke ruang makan.
“ Halo, Yui.. apa kabar?” tanya Jin hye pada yeoja dalam gandengan namja itu. yeoja itu mengangkat wajahnya dan menatap Jin hye sinis. Wajah itu...
“ Yui??” tanya Jinki tidak percaya dengan penglihatannya. Yui menoleh kearah Jinki dan menatapnya kaget.
“ Jinki oppa??” katanya tak kalah kaget.
“ Jadi kalian sudah saling kenal?” kata Namja yang tak lain adalah appanya Yui, Yesung.
“ Sangat bagus! Kalian sudah saling mengenal! Nah Jinki.. Yui sebentar lagi akan menjadi adikmu” kata-kata Jin hye bagaikan petir di telinga Jinki. Jinki menatap Yui nanar. Ia tidak bisa berpikir sekarang. Bagaimana bisa Yui menjadi adiknya? Dia... bahkan Jinki mengakui bahwa dia mulai mencintai Yui. Bagaimana mungkin yeoja yang dia cintai menjadi adiknya?

***

“ Yui.. waktunya makan malam. Kau bahkan belum makan sejak pagi” panggil Jinki di depan kamar Yui. Sejak Yesung menikah dengan Jin hye, Yui selalu mengurung dirinya dikamar. Keluar untuk makan pun tidak mau. Jinki membuka pintu kamar Yui yang tidak dikunci. Yui sedang membenamkan wajahnya di bawah batal.
“ Yui.. ayolah.. umma dan appa sudah menunggu kita untuk makan malam” kata Jinki berusaha membujuknya. Sejak pernikahan itu Yui tidak pernah bicara sekalipun pada siapapun bahkan pada Jinki dan bahkan sepertinya dia menghindari Jinki. Jinki duduk ditepi tempat tidur Yui dan mencoba menyentuh tangannya. Yui menepis tangan Jinki kasar dan menatapnya tajam. Dalam mata itu dapat terlihat kepedihan yang mendalam dan sakit hati.
“ Aku tidak mau makan!” bentaknya. Jinki mentapnya sedih.
“ Tapi Yui.. umma meng-”
“ DIA BUKAN UMMAKU!!” Yui berteriak memotong kata-kata Jinki. Jinki menatapnya sedih. Dia tahu bagaimana perasaan Yui. Awalnya dia juga tidak bisa menerima Yesung sebagai appanya karena Yesung adalah appa Yui. Tapi dia sudah memutuskan untuk mencintai Yui sebagai adik saja. Dan dia juga memutuskan untuk melindunginya dengan seluruh hidupnya.
“ DAN KAU.. KUKIRA KAU BISA MENJADI SATU-SATUNYA ORANG YANG KUPERCAYA SEJAK PERTAMA KALI KITA BERTEMU DI TAMAN! KUKIRA KAU BISA MENGHIBURKU KARENA APPA MEMUTUSKAN UNTUK MENIKAH LAGI! TAPI TERNYATA KAU ADALAH ANAK DARI YEOJA YANG MEMBUAT APPA MELUPAKAN UMMA-KU! AKU BENCI KAU, LEE JINKI!!” teriak Yui sambil menunding wajah Jinki. Air matanya mengalir deras. Begitu bencikah Yui pada Jinki? Bahkan sekarang dia tidak memanggilnya ‘Oppa’ lagi? Jinki menatapnya sedih. Hatinya benar-benar sakit sekarang.
“ JANGAN TATAP AKU SEPERTI ITU! AKU TIDAK BUTUH DIKASIHANI!” Yui masih berteriak. Jinki tidak sanggup melihatnya begitu. Tanpa berpikir lagi Jinki merangkul tubuh lemah Yui kedalam pelukkannya. Yui meronta-ronta, mencoba melepaskan pelukkan Jinki. Tapi Jinki tidak mau melepaskan pelukkannya bahkan ia malah megeratkan pelukannya.
“ LEPASKAN AKU!!” Yui berusaha memberontak. ‘Tidak! Aku tidak akan pernah melepaskanmu’.
“ Aku tidak akan melepaskanmu. Menangis lah sepuasmu. Aku akan menemanimu menangis” ucap Jinki pelan di telinga Yui. Perlahan tubuhnya berhenti memberontak dan menangis tersedu-sedu di pelukkan Jinki.
“ Op..oppa.. maafkan aku.. aku...” kata Yui pelan. Jinki merenggangkan pelukannya dan menatap wajah Yui yang sudah basah oleh air mata.
“ Tidak apa-apa aku mengerti perasaanmu.. sangat mengerti. Kita berada di posisi yang sama. Ingat?” tanya Jinki. Yui tersenyum lemah dan mengagguk. Jinki tersenyum.
“ Kau tahu? Sampai kapanpun kau bisa mempercayaiku.. aku tidak akan menghianatimu sekarang aku kan Oppa-mu” kata Jinki lembut di telinga Yui. Yui menatap Jinki, ia terlihat seperti sedang berpikir sejenak.
“ Baiklah.. aku percaya pada Oppa dan aku bisa menerima Oppa sebagai Oppa-ku sekarang. Tapi... aku belum bisa menerima Jin hye ajumma sebagai Ummaku” katanya pelan namun tegas. Jinki mengangguk dan tersenyum manis padanya.Yui  membalas senyum Jinki. Jinki tahu Yui butuh waktu untuk menerima Jin hye sebagai ummanya.
“ Janji ya oppa.. oppa tidak akan meninggalkanku seperti umma” kata Yui sambil menunjukkan kelingkingnya. Jinki tersenyum dan menautkan kelingkingnya pada kelingking Yui.
“Aku janji” jawab Jinki Yakin.

-End of Flashback-

~To be Continued


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Hands work "Digital Colouring Miku"

Hay hay!! I'm backk!! hehe akhir-akhir ini lagi keranjingan ngerjain digital colouring nihh.. nah kali ini miku yang jadi sasaran saya wkwk.. maaf ya kalo masih abal bgt! hehe Check this out aja lahh :) 

My Hands work (manga)

nahh yang ini tadinya gambar naruto ama Hinata tapi ku ubah.. ehh malah jadi mirip miku cewenya hehe.. buat visitor.. mohon komennya.. kalo ga bsa komen seenggaknya bisa voting hehe arigatou!! tolong jangan menyalahgunakan gmbar ini saya membuatnya dengan perjuangan.

I don’t want to see your sadness part 8 : ~Taemin Confessed~

I don’t want to see your sadness part 8 : ~Taemin Confessed~ Author              : Maulisa a.ka Mayuki a.ka Mayujita Main cast         : Yui Yoshioka as Lee Yui, Taemin as Lee Taemin, Lee Jinki as Onew  Suport cast      : Member SHINee, etc. You can find when you read. Length             : Sequel (8 of -) Genre               : Life, Family, Sad (?) Rating              : PG -16 Warning! Don’t Be a Copycat . Please make a sure with me if you want to re-publish this Fanfiction and don’t forget to write my name as the author. Thanks. Part 8  ~Taemin Confessed~ “ Skandal yang selama ini ditundingkan kepada Taemin SHINee dan Sulli f(x) akhirnya terungkap denga...