I don’t want to see your sadness part 2 ~The compulsion engagement~
Author : Mayujita a.k.a Lee Jin ah a.k.a mayuki
Main
cast : Yui Yoshioka a.ka
Lee Yui, Taemin a.ka Lee Taemin, Lee Jinki a.ka Onew
Suporting
cast : Member SHINee, Kim
Jongwoon a.ka Yesung appa (anggap aja marganya yesung jadi Lee hehe ^^), Lee
jin hye a.ka hye jin umma (Immaginary), Lee Taesun, Umma dan appa Taemin, Nenek
Yui.
Length
:
Sequel
Genre : Life, Family, Sad (?)
Rating
: PG-13
Part 2 ~ The Compulsion engagement~
“ Asal Appa
tahu! Ummaku Cuma ada satu di dunia ini! Yaitu Yuki Umma! Orang Jepang!” kataku
tak kalah kerasnya.
“ Aku selesai
makan!” kataku ketus dan meninggalkan Appa dan Jin hye ajumma yang masih
menatapku dimeja makan. Kulihat Jin hye umma menatapku sedih lalu berusaha
menenangkan appaku. Aku mengambil jaket dan tasku di dalam kamar dan berjalan
keluar rumah, tanpa mengatakan apapun. Kuraih ponselku di dalam saku celanaku.
Kutekan no 1 pada speed dialku. Kuletakkan Ponselku di telinga, terdengar nada
sambung. Tak lama kemudian ada yang mengangkatnya.
“ Yeoboseo..
Yui-ya.. ada apa?” kudengar suara Oppaku.
“ Oppa.. aku..
hiks..hiks.. maafkan aku..” kataku sambil menangis.
“ Maafkan aku
oppa.. aku.. aku sudah membuat Jin hye ujumma sedih.. maafkan aku” kataku lagi.
Ya, setiap kali aku membuat Jin Hye ajumma sedih karena sikapku aku pasti akan
meminta maaf pada oppaku. Aku tahu ini bukan sepenuhnya salah Jin hye ajumma.
Tapi aku benar-benar belum bisa memaafkan appaku yang menikahinya dan melupakan
Ummaku. Aku tahu sebenarnya Jin hye ajumma orang yang baik, aku tahu dia
menyayangiku. Tapi aku masih belum bisa menerimanya sebagai Umma-ku. Aku
takut.. aku takut jika aku menganggapnya sebagai Ummaku aku akan melupakan Yuki
Umma.
“ Sudahlah
Yui.. aku mengerti perasaanmu.. ah ya bagaimana kalau kau menjemputku di
bandara sore ini. Aku akan kembali ke Seoul” katanya berusaha menghiburku.
“ Ba..baiklah..
tapi kenapa Oppa memutuskan untuk pulang? Bukankah Oppa masih ada pekerjaan
disana?” tanyaku pada Jinki Oppa setelah sedikit lebih tenang.
“ Aku
diperintah appa dan nenek untuk datang. Kau tahu kan bagaimana kalau dua orang
itu sudah memerintah?” tanya Oppaku sambil tertawa. Aku pun ikut tersenyum. Ya.
Sifat nenekku itu keras. Kurasa appa menuruni sifat kerasnya dari nenek.
“ Baiklah Oppa.
Jam berapa Pesawat Oppa akan Tiba di Seoul?” tanyaku lagi.
“ Mungkin
sekitar jam 3 sore”
“ Baiklah.. aku
akan menjemput Oppa” kataku kemudian.
Flip! Aku
menutup Ponselku setelah 30 menit mengobrol dengan Oppaku. Aku memperhatikan
sekelilingku. Tadi aku berjalan tanpa tahu arah, dan sekarang aku sedang berada
di sebuah Taman. Kuputuskan untuk duduk saja di salahsatu bangku taman di bawah
pohon rindang. Aku duduk di salahsatu bangku taman itu di depan bangku itu ada
sebuah kolam dan air mancur. Tempat ini begitu tenang sampai-sampai hanya suara
gemercik air dari kolam dan suara burung yang berkicau. Aku memejamkan mataku
sejenak untuk menikmati ketenangan ini.
“ Yui? Sedang
apa kau disini?” kubuka mataku untuk melihat orang yang berbicara. Eh? Taemin?
“ Taemin?
Sedang apa kau disini?” tanyaku balik. Dia menutup kupluk (?) jaketnya.
“ Aiisssshh kau
ini! Kan aku bertanya kau malah bertanya lagi” katanya kesal. Aku tertawa kecil
melihat ekspresinya. Dia lucu.
“ Baiklah..
maaf maaf.. aku hanya sedang jalan-jalan dan tiba-tiba sudah ada di sini”
kataku menjawab pertanyaan yang tadi. Dia tersenyum memandangku.
“ Aku juga
hanya sedang jogging” katanya lalu duduk di sebelahku. Aku tersenyum menatapnya.
“ Disini tenang
ya? Seperti bukan di kota besar saja” kata Taemin sambil memejamkan matanya
menikmati suasana di taman itu. aku hanya membalas perkataannya dengan ‘hmm’.
“ Yui? Apa kau
habis menangis?” tanyanya ketika menatapku. Aiisshh ini pasti karena mataku
yang merah.
“ A...ani.. aku
tadi kelilipan” kataku mengelak. Dia tertawa kecil.
“ Debunya pasti
besar. Karena bisa membuat matamu bengkak begitu. Sudahlah mengaku saja, kau
habis menangis kan? Dasar yeoja cengeng” aiisshh lihat dia mengataiku lagi.
“ Dasar Namja
Imut” kataku membalas ejekkannya. Aku tertawa melihat dia mengembungkan
pipinya. Dia benar-benar imut.
“ Aisshh aku
Manly tahu! Ahh.. sudahlah.. mau cerita kenapa kau menangis?” tanyanya
tiba-tiba. Aku menolehkan wajahku menatapnya. Dia tersenyum manis menatapku.
Aku menundukkan kepalaku.
“ Apa kalau aku
mau cerita.. kau akan mendengarkannya?” tanyaku. Entah kenapa aku sangat ingin
menceritakan semuanya pada namja satu ini. Padahal sejak 3 tahun yang lalu aku
berubah menjadi orang yang tertutup.
“ Tentu saja.
Aku ini pendengar yang baik lho” katanya sambil tersenyum. Aku tersenyum
melihatnya. Lalu memulai ceritaku.
“ Jadi.. itu
yang membuat nilai-nilaimu turun?” tanyanya setelah mendengar ceritaku. Aku
mengangkat bahuku.
“ Entalah..
mungkin saja” dia menatapku simpati. Aiiissshh aku benci ditatap begitu.
“ Jangan
menghasihaniku! Aku tidak suka dikasihani orang lain” kataku sedikit ketus
padanya.
“ Maaf..”
katanya lagi. Aku menatapnya dan melihat matanya begitu bening dan tulus.
“ Sudahlah..”
kataku kemudian.
“ Oh iya.
Bukankah kau sudah kelas 3 SMU berarti sebentar lagi kau akan ujian Nasional
kan? Bagaimana kau bisa memperbaiki nilai-nilaimu yang turun?” tanya Taemin.
Aku senang dia mengalihkan pembicaraan ini.
“ Entahlah..
mungkin aku tidak akan lulus SMU. Toh tidak ada yang peduli” kataku acuh. Dia
menatapku marah.
“ Kau tidak
boleh bicara begitu! Apa kau tidak peduli bila aku lulus Ujian Nasional dengan
baik sedangkan kau sekali lagi kalah dariku” tanyanya sambil menatapku tajam.
Bagaimana? Entalah.. mungkin aku masih belum bisa menerima kalau aku kalah dari
namja imut ini. Mungkin....
“ Kurasa aku
akan sedikit... menyesal” kataku. Yaahh mungkin aku akan sedikit menyesal tidak
bisa bersaing dengan Taemin lagi.
“ Kalau begitu
masih ada harapan! Besok aku akan datang kerumahmu untuk membantumu belajar”
kata Taemin dengan semangat 45. Aku menatapnya bingung. Ada sedikit rasa senang
dan terimakasih mendengarnya bicara begitu padaku. Aku merasa masih ada orang
lain yang peduli padaku. Aku tersenyum ke arahnya dan mengangguk mantap. Yaa..
mudah-mudahan aku bisa berubah walau sedikit.
***
Kulihat Jinki
Oppa keluar dari pintu kedatangan di bandara. Aku mengacung-acungkan papan
bertuliskan namanya. Jinki Oppa tersenyum menatapku dan berjalan kearahku
sambil membawa Kopernya. Ketika dia sudah mendekatiku kupeluk erat Oppaku itu.
dia membalas pelukanku.
“ Aku
merindukan Oppa” kataku sambil merenggangkan pelukkanku dan menatap Oppaku yang
tampan ini. Kulihat dia tersenyum manis. Seandainya dia bukan Oppaku, aku pasti
sudah jatuh cinta ketika melihat senyumnya itu. pantas saja banyak wanita yang
meyukai Oppaku ini. Ya Oppaku kan salah satu artis terkenal di Korea. Walaupun
aku tidak tahu persis dia artis apa.
“ Aku juga
merindukan My Jagy” kata oppaku. Yahhh Oppaku memang biasa memanggilku dengan
sebutan Jagy. Lalu kami keluar dari bandara menuju rumah. Sepanjang perjalanan
Jinki Oppa terus membicarakan rekan-rekan artisnya tentang kelakuan mereka
selama mereka di jepang.
“ Kau Tahu? Si
Key itu selalu mengomel tidak jelas ketika melihat hotel yang kami tempati
berantakan. Lalu Jonghyun dan Minho akan menirukan gayanya yang sedang
marah-marah” kata Jinki Oppa antusias. Setiap kali dia menceritakan
teman-temannya itu wajahnya terlihat sangat senang. Aku hanya bisa tertawa
mendengar ceritanya.
“ Kami Pulang!”
seru Jinki Oppa ketika kami memasuki rumah. Kulihat Jin hye ajumma langsung
memeluk Jinki Oppa. Aku melangkahkan kakiku melewati Jinki Oppa sambil membawa
kopernya. Rasanya ingin menangis melihat Jin hye Ajumma yang memeluk Jinki
Oppa. Sudah lama aku tidak merasakan pelukan seorang ibu. Aiisshh sudahlah..
aku terus menyeret koper Jinki oppa menuju lantai atas, karena kamarnya berada
di sebelah kamarku. Aku mengangkat koper oppa dengan susah payah. Huft~
akhirnya sampai juga di ujung tangga. Lalu kubawa koper itu ke kamar Oppa dan
meletakkannya di sudut. Lalu aku merebahkan diriku di tempat tidur Jinki Oppa.
Clek..
Aku menoleh dan
melihat Jinki oppa masuk kekamarnya. Dia membuka kemejanya dan duduk di tepi
tempat tidurnya. Lalu mengusap rambutku lembut. Aku memejamkan mataku merasakan
jari-jari Jinki oppa.
“ Ayo, kuantar
kau ke salon” katanya. Aku memandangnya bingung.
“ Yak! Bukankah
kau harus tampil baik di pesta Ulangtahun nenek?” tanya Jinki oppa sambil
mencubit pipiku. Aku mengusap-usap pipiku.
“ Nee.. kajja!
Nanti kita telat datang kepestanya kalau sekarang belum ke salon. Oppa tahu kan
bagaimana nenek dan ayah kalau sudah marah?” kata ku sambil bangkit dari tempat
tidur Jinki oppa dan berjalan keluar dari kamar. Jinki Oppa berjalan
mengikutiku dari belakang sambil tersenyum.
***
Taemin POV
“ Taemin-ah..
malam ini kau siap-siap ya. Kami akan menjemputmu untuk datang ke pesta
ulangtahun orangtua teman dekat Appa-mu” kudengar Ummaku berbicara di seberang
telepon.
“ Pesta? Apa
aku harus ikut? Biasanya hanya Taesun hyung yang ikut” kataku dengan nada
bingung. Biasanya jika ada pesta teman-teman appa, Umma dan Appa hanya akan
mengajak Taesun Hyung tapi kenapa hari ini aku juga di ajak.
“ Iya kau dan
Taesun akan datang bersama kami. Kami akan menjemputmu di dorm pakailah Jas
terbaikmu kau harus tampil menawan. Ara?”
“ Ne, arrasseo”
kataku lalu menutup panggilan di Ponselku. Ada apa ya? Perasaanku tidak enak
perihal pesta ini. Aahh sudahlah.. aku bergegas mandi dan bersiap-siap sendiri.
Karena Key Hyung belum kembali dari Jepang jadi tidak ada yang membantuku
berdandan(?).
TINNN TIIINNNNN
“ Itu pasti
mobil Appa” kataku segera memakai sepatuku dan berjalan keluar dorm tidak lupa
menguncinya juga. Aku masuk kedalam mobil dan duduk di sebelah Taesun hyung.
Mobil melaju membelah kota Seoul dan berhenti di sebuah Rumah yang cukup besar.
Di depan rumah itu sudah banyak mobil-mobil mewah yang diparkir. Aku turun dari
mobil bersama Taesun hyung Menuju taman belakang tempat di adakannya pesta.
Umma dan Appaku langsung menemui teman Appa itu dan membicarakan sesuatu yang
sepertinya sangat serius. Aku mengambil minuman yang disediakan di sebuah meja.
Dan meneguknya tapi tiba-tiba pandanganku menangkap sesosok namja yang kukenal
baik. Sedang apa dia disini?
“ Onew hyung!
Apa yang kau lakukan disini?” sapaku sambil berlari kecil menghampirinya.
Kulihat dia terkejut melihatku.
“ Taemin-ah??
Kenapa kau ada disini?” tanya Onew hyung kaget. Aiissshh orang ini samanya
dengan Yui. Aku tanya malah bertanya balik.
“ Aku datang
bersama Umma dan Appa ku. Kata mereka ini pesta ulangtahun orangtua salahsatu
sahabat dekat Appa” jawabku.
“ Ahh Appamu
teman dekat Yesung Appa” kata Onew hyung sambil mengagguk-anggukan kepalanya.
Yesung appa? Apa itu appanya Onew hyung?
“ Oh iya Onew
hyung.. kenapa sudah kembali ke Korea? Bukankah hyung yang lain masih
dijepang?” tanyaku.
“ Aku dipaksa
pulang oleh nenekku untuk menghadiri pesta ini. Lagipula sekarang sudah tidak
ada jadwal disana. Paling-paling mereka bertiga juga di sana sedang
jalan-jalan” jawab Onew hyung sambil tersenyum. Aku membalas senyumnya. Lalu di
atas panggung kecil di tengah taman seorang ajusshi berdiri. Sepertinya dia MC
di acara ini.
“ Terimakasih
kepada semua Rekan-rekan yang sudah mau datang ke acara Ulangtahun nyonya Lee
Eun hye yang ke 81. Selain merayakan ulangtahun beliau, pesta ini juga akan
menjadi pesta pertunangan istimewa antara cucu nyonya Lee dengan salah satu
anak teman baik tuan Yesung” kata MC itu. ahh jadi ini sekalian acara
pertunangan, pantas saja pestanya terlihat lebih besar di banding pesta
ulangtahun biasa.
“ Karena itu
kami persilahkan kepada kedua calon untuk maju kedepan. Yaitu Lee Yui dan Lee
Taemin. Keduanya kami persilahkan” tiba-tiba lampu spotlight menyorotku aku
menutup mataku yang silau. Apa-apaan ini? Apa maksudnya? Kulirik Onew hyung
yang berada di sebelahku. Ekspresinya sangat kaget, kurasa dia juga tidak
tahu-menahu soal ini. Kurasakan Umma dan Appa menarikku menaiki panggung itu. lalu
meninggalkan aku berdua saja dengan MC, aku berdiri dipanggung gugup dan
bingung. Ada apa sebenarnya ini?
“ Lepaskan aku!
Apa-apan kalian??!” seorang yeoja memakai dress merah berteriak berusaha
melepaskan dirinya dari dua orang yang sepertinya Bodyguardnya menaiki
panggung. Tunggu! Yeoja itu..
“ Yui??!!!”
tanyaku tidak percaya. Dia menatapku dengan tidak percaya juga.
Yui POV
“ Terimakasih
kepada semua Rekan-rekan yang sudah mau datang ke acara Ulangtahun nyonya Lee
Eun hye yang ke 81. Selain merayakan ulangtahun beliau, pesta ini juga akan
menjadi pesta pertunangan istimewa antara cucu nyonya Lee dengan salah satu
anak teman baik tuan Yesung” kata MC diatas panggung. ahh pesta ini sungguh
membosankan! Aku mulai tidak nyaman dengan dress merah dan high heels yang
kukenakan ini. Aiiissshhh .... Jinki oppa kemana lagi? Aku mencari-cari sosok
Oppaku itu. aiissshh sudahlah.. aku kembali meneguk minumanku.
“ Karena itu
kami persilahkan kepada kedua calon untuk maju kedepan. Yaitu Lee Yui dan Lee
Taemin. Keduanya kami persilahkan” eh? Tadi MC itu bilang apa? Kurasakan dua
Bodyguard nenekku menarikku untuk naik ke atas panggung itu. apa-apaan ini!?
“ Lepaskan aku!
Apa-apan kalian??!” Teriakku berusaha melepaskan tangan kedua orang bertubuh
besar ini. Tapi mereka terlalu kuat. Aaiisssshhh apa sebenarnya yang
direncanakan oleh Nenek dan Appa!!?
“ Yui??!!!”
kulihat seorang namja di atas panggung menatapku tidak percaya. Eh? Itu kan
Taemin?? Ada apa ini sebenarnya? Aku menatap Taemin tidak percaya.
***
“ Seharusnya Umma
dan Appa membicarakan ini denganku dulu! Aku masih sekolah! Lalu nanti apa kata
Publik kalau tahu aku sudah memiliki tunangan dan akan menikah dalam waktu
dekat?” kudengar Taemin sedang bicara pada Appa dan Ummanya. Sekarang
keluargaku dan keluarga Taemin sedang makan malam pribadi setelah Pesta
selesai.
“ Tapi kami
sudah merencanakan pertunangan ini sejak kau duduk di bangku SD, Taemin!
Yesung-ssi adalah teman Baik Appa” jawab orang yang sepertinya Appanya Taemin.
“ Tapi.. appa
kan bisa membicarakannya dulu denganku” kata Taemin.
“ Taemin-ah..
keluarga kedua belah pihak sudah setuju dengan pertunanganmu dengan Yui” kali
ini Appaku yang bicara. Jadi mereka semua berani mengatur hidupku?
“ Appa! Appa
tidak bisa seenaknya menentukan hidupku! Aku punya hak untuk mengatur hidupku
sendiri! Sekarang umurku sudah 19 tahun!” seru ku marah. Apa-apaan ini?!
“ Yui-ya..
nenek mohon kau mau melakukannya bersama Taemin ya? Demi nenek. Nenek ingin
segera melihatmu menikah sebelum nenek pergi” kudengar nenekku berbicara dan
menggengam tanganku.
“ Tapi nek..
aku masih sekolah dan aku masih harus mengejar cita-citaku” jawabku
sedikitlebih lembut.
“ Kau kan bisa
mengejar cita-citamu setelah menikah dengan Taemin” kata appaku.
“ Tapi Yesung
ajusshi... aku dan Yui kan masih sekolah dan sebentar lagi kami akan ujian
kelulusan. Jadi-“
“ Kalian bisa
menikah dulu, lalu setelah itu terserah kalian mau melakukan apa. Kalian bisa
menunda malam pertama kalian sampai kalian selesai ujian. Yang terpenting
kalian menikah dulu” kata appaku memotong perkataan Taemin.
“ Tapi Appa- ”
kata-kataku terpotong karena nenek sudah jatuh dari kursinya.
“ Nenek? Nenek!
Cepat panggil ambulans” perintah Jinki Oppa pada para pelayan yang langsung
menghubungi ambulans. Tidak lama kemudian ambulans tiba dan nenek segera dibawa
ke rumah sakit.
***
“ Nyonya Lee,
sudah sadar. Dia bilang dia ingin berbicara pada Nona Lee Yui dan Tuan Lee
Taemin” kata Dokter yang menangani nenek setelah kami menunggu dengan cemas
selama 1 jam. Aku mengagguk pelan dan berjalan memasuki kamar rawat nenek
bersama Taemin.
“ Dia akan
baik-baik saja aku yakin” kata Taemin ketika kami memasuki pintu kamar rawat
nenek dan dia mengenggam tanganku. Aku menatapnya. Dia terseyum memberi
semangat. Aku membalas senyumnya. Rasanya aku jadi punya kekuatan berkat
genggaman Taemin.
Onew/ Jinki POV
“ Nyonya Lee,
sudah sadar. Dia bilang dia ingin berbicara pada Nona Lee Yui dan Tuan Lee
Taemin” kata Dokter yang menangani nenek setelah kami menunggu dengan cemas
selama 1 jam. Aku melihat Yui mengagguk pelan dan berjalan memasuki kamar rawat
nenek bersama Taemin. Aku duduk kembali di kursi yang ada di depan kamar.
Kututup wajahku dengan kedua tanganku. Begitu banyak kejadian yang tidak
terduga hari ini. Kuhela napas panjang ketika mengingat kejadian tadi.
-Flashback-
“ Terimakasih
kepada semua Rekan-rekan yang sudah mau datang ke acara Ulangtahun nyonya Lee
Eun hye yang ke 81. Selain merayakan ulangtahun beliau, pesta ini juga akan
menjadi pesta pertunangan istimewa antara cucu nyonya Lee dengan salah satu
anak teman baik tuan Yesung” kata MC yang sudah berdiri di atas panggung untuk
membawakan Acara. Apa? Acara pertunangan? Pertunangan siapa? Kenapa Umma dan
Yesung Appa tidak mengatakan apapun? Apa Yui juga tahu hal ini?
“ Karena itu
kami persilahkan kepada kedua calon untuk maju kedepan. Yaitu Lee Yui dan Lee
Taemin. Keduanya kami persilahkan” apa? Yui dan ... . Tiba-tiba lampu spotlight
menyorot orang yang ada di sebelahku. Apa maksudnya semua ini? Aku menatap
Taemin yang di dorong Umma dan Appa-nya menaiki panggung dengan ekspresi
benar-benar terkejut. Ada apa sebenarnya? Yui dan Taemin bertunangan? Kenapa
bisa? Kenapa?
Pikiranku
benar-benar kalut sekarang. Yui dengan namdongsaeng kesayanganku?
***
“ Seharusnya
Umma dan Appa membicarakan ini denganku dulu! Aku masih sekolah! Lalu nanti apa
kata Publik kalau tahu aku sudah memiliki tunangan dan akan menikah dalam waktu
dekat?” kudengar Taemin berkata dengan nada marah. Aku menatap kosong ke arah
makanan yang sudah disediakan oleh para pelayan.
“ Tapi kami
sudah merencanakan pertunangan ini sejak kau duduk di bangku SD, Taemin!
Yesung-ssi adalah teman Baik Appa” jawab orang yang sepertinya Appanya Taemin.
“ Tapi.. appa
kan bisa membicarakannya dulu denganku” kata Taemin.
“ Taemin-ah..
keluarga kedua belah pihak sudah setuju dengan pertunanganmu dengan Yui” kali
ini Yesung appa yang bicara. Aku tidak bisa mencerna kata-kata mereka dengan
baik. Aku benar-benar tidak bisa berpikir sekarang.
“ Appa! Appa
tidak bisa seenaknya menentukan hidupku! Aku punya hak untuk mengatur hidupku
sendiri! Sekarang umurku sudah 18 tahun!” seru Yui marah.
“ Yui-ya..
nenek mohon kau mau melakukannya bersama Taemin ya? Demi nenek. Nenek ingin
segera melihatmu menikah sebelum nenek meninggal” kudengar suara nenekku
mencoba menjelaskan pada Yui yang sedang marah.
“ Tapi nek..
aku masih sekolah dan aku masih harus mengejar cita-citaku” jawab Yui sedikit
lebih lembut.
“ Kau kan bisa
mengejar cita-citamu setelah menikah dengan Taemin” kata Yesung appa.
“ Tapi Yesung
ajusshi... aku dan Yui kan masih sekolah dan sebentar lagi kami akan ujian
kelulusan. Jadi-“
“ Kalian bisa
menikah dulu, lalu setelah itu terserah kalian mau melakukan apa. Kalian bisa
menunda malam pertama kalian sampai kalian selesai ujian. Yang terpenting
kalian menikah dulu” kata Yesung appa memotong perkataan Taemin.
“ Tapi Appa- ”
Yui berhenti bicara ketika kurasakan nenek yang duduk di sebelahku terjatuh
dari kursinya. Ku raih tubuh lemah nenek dan berusaha membangunkannya.
“ Nenek? Nenek!
Cepat panggil ambulans” perintahku pada para pelayan yang langsung menghubungi
ambulans. Tidak lama kemudian ambulans tiba dan nenek segera dibawa ke rumah
sakit.
-End of Flashback-
“ Nenekmu akan
baik-baik saja Jinki” kurasakan tangan lembut Umma mengelus kepalaku pelan. Aku
mengangkat kepalaku untuk menatap Umma dan mengangguk pelan sambil memasang
senyum. Aku tahu nenek akan baik-baik saja. Yang membuatku kalut adalah kenapa
Yui harus menikah dengan Taemin. Apa itu masalah? Bagiku itu masalah. Taemin
akan menjadi adik Iparku. Dan Yui akan jadi miliknya selamanya. Aissshhh kenapa
Tuhan selalu tidak adil padaku? Tapi apa Yui akan menerima pernikahan ini
begitu saja? Yui bukanlah gadis yang ingin hidupnya di atur oleh orang lain.
Semoga dia menolak pernikahan ini. Semoga...
Clek..
Kulihat Yui
keluar dari kamar rawat nenek bersama Taemin. Dan apa itu? mereka berpegangan
tangan? Jangan-jangan....
“ Appa....
aku... aku akan menikah dengan Taemin”
Mwo??!!
~To
Be Continued
Komentar
Posting Komentar