Langsung ke konten utama

I don’t want to see your sadness part 2 ~The compulsion engagement~


I don’t want to see your sadness part 2 ~The compulsion engagement~

Author                      : Mayujita a.k.a Lee Jin ah a.k.a mayuki
Main cast                  : Yui Yoshioka a.ka Lee Yui, Taemin a.ka Lee Taemin, Lee Jinki a.ka Onew 
Suporting cast          : Member SHINee, Kim Jongwoon a.ka Yesung appa (anggap aja marganya yesung jadi Lee hehe ^^), Lee jin hye a.ka hye jin umma (Immaginary), Lee Taesun, Umma dan appa Taemin, Nenek Yui.
Length                      : Sequel
Genre                        : Life, Family, Sad (?)
Rating                       : PG-13


Part 2 ~ The Compulsion engagement~

“ Asal Appa tahu! Ummaku Cuma ada satu di dunia ini! Yaitu Yuki Umma! Orang Jepang!” kataku tak kalah kerasnya.
“ Aku selesai makan!” kataku ketus dan meninggalkan Appa dan Jin hye ajumma yang masih menatapku dimeja makan. Kulihat Jin hye umma menatapku sedih lalu berusaha menenangkan appaku. Aku mengambil jaket dan tasku di dalam kamar dan berjalan keluar rumah, tanpa mengatakan apapun. Kuraih ponselku di dalam saku celanaku. Kutekan no 1 pada speed dialku. Kuletakkan Ponselku di telinga, terdengar nada sambung. Tak lama kemudian ada yang mengangkatnya.
“ Yeoboseo.. Yui-ya.. ada apa?” kudengar suara Oppaku.
“ Oppa.. aku.. hiks..hiks.. maafkan aku..” kataku sambil menangis.
“ Yaa.. kau kenapa Yui-ya?” tanya Jinki Oppa cemas. 

“ Maafkan aku oppa.. aku.. aku sudah membuat Jin hye ujumma sedih.. maafkan aku” kataku lagi. Ya, setiap kali aku membuat Jin Hye ajumma sedih karena sikapku aku pasti akan meminta maaf pada oppaku. Aku tahu ini bukan sepenuhnya salah Jin hye ajumma. Tapi aku benar-benar belum bisa memaafkan appaku yang menikahinya dan melupakan Ummaku. Aku tahu sebenarnya Jin hye ajumma orang yang baik, aku tahu dia menyayangiku. Tapi aku masih belum bisa menerimanya sebagai Umma-ku. Aku takut.. aku takut jika aku menganggapnya sebagai Ummaku aku akan melupakan Yuki Umma.
“ Sudahlah Yui.. aku mengerti perasaanmu.. ah ya bagaimana kalau kau menjemputku di bandara sore ini. Aku akan kembali ke Seoul” katanya berusaha menghiburku.
“ Ba..baiklah.. tapi kenapa Oppa memutuskan untuk pulang? Bukankah Oppa masih ada pekerjaan disana?” tanyaku pada Jinki Oppa setelah sedikit lebih tenang.
“ Aku diperintah appa dan nenek untuk datang. Kau tahu kan bagaimana kalau dua orang itu sudah memerintah?” tanya Oppaku sambil tertawa. Aku pun ikut tersenyum. Ya. Sifat nenekku itu keras. Kurasa appa menuruni sifat kerasnya dari nenek.
“ Baiklah Oppa. Jam berapa Pesawat Oppa akan Tiba di Seoul?” tanyaku lagi.
“ Mungkin sekitar jam 3 sore”
“ Baiklah.. aku akan menjemput Oppa” kataku kemudian.
Flip! Aku menutup Ponselku setelah 30 menit mengobrol dengan Oppaku. Aku memperhatikan sekelilingku. Tadi aku berjalan tanpa tahu arah, dan sekarang aku sedang berada di sebuah Taman. Kuputuskan untuk duduk saja di salahsatu bangku taman di bawah pohon rindang. Aku duduk di salahsatu bangku taman itu di depan bangku itu ada sebuah kolam dan air mancur. Tempat ini begitu tenang sampai-sampai hanya suara gemercik air dari kolam dan suara burung yang berkicau. Aku memejamkan mataku sejenak untuk menikmati ketenangan ini.
“ Yui? Sedang apa kau disini?” kubuka mataku untuk melihat orang yang berbicara. Eh? Taemin?
“ Taemin? Sedang apa kau disini?” tanyaku balik. Dia menutup kupluk (?) jaketnya.
“ Aiisssshh kau ini! Kan aku bertanya kau malah bertanya lagi” katanya kesal. Aku tertawa kecil melihat ekspresinya. Dia lucu.
“ Baiklah.. maaf maaf.. aku hanya sedang jalan-jalan dan tiba-tiba sudah ada di sini” kataku menjawab pertanyaan yang tadi. Dia tersenyum memandangku.
“ Aku juga hanya sedang jogging” katanya lalu duduk di sebelahku. Aku tersenyum menatapnya.
“ Disini tenang ya? Seperti bukan di kota besar saja” kata Taemin sambil memejamkan matanya menikmati suasana di taman itu. aku hanya membalas perkataannya dengan ‘hmm’.
“ Yui? Apa kau habis menangis?” tanyanya ketika menatapku. Aiisshh ini pasti karena mataku yang merah.
“ A...ani.. aku tadi kelilipan” kataku mengelak. Dia tertawa kecil.
“ Debunya pasti besar. Karena bisa membuat matamu bengkak begitu. Sudahlah mengaku saja, kau habis menangis kan? Dasar yeoja cengeng” aiisshh lihat dia mengataiku lagi.
“ Dasar Namja Imut” kataku membalas ejekkannya. Aku tertawa melihat dia mengembungkan pipinya. Dia benar-benar imut.
“ Aisshh aku Manly tahu! Ahh.. sudahlah.. mau cerita kenapa kau menangis?” tanyanya tiba-tiba. Aku menolehkan wajahku menatapnya. Dia tersenyum manis menatapku. Aku menundukkan kepalaku.
“ Apa kalau aku mau cerita.. kau akan mendengarkannya?” tanyaku. Entah kenapa aku sangat ingin menceritakan semuanya pada namja satu ini. Padahal sejak 3 tahun yang lalu aku berubah menjadi orang yang tertutup.
“ Tentu saja. Aku ini pendengar yang baik lho” katanya sambil tersenyum. Aku tersenyum melihatnya. Lalu memulai ceritaku.
“ Jadi.. itu yang membuat nilai-nilaimu turun?” tanyanya setelah mendengar ceritaku. Aku mengangkat bahuku.
“ Entalah.. mungkin saja” dia menatapku simpati. Aiiissshh aku benci ditatap begitu.
“ Jangan menghasihaniku! Aku tidak suka dikasihani orang lain” kataku sedikit ketus padanya.
“ Maaf..” katanya lagi. Aku menatapnya dan melihat matanya begitu bening dan tulus.
“ Sudahlah..” kataku kemudian.
“ Oh iya. Bukankah kau sudah kelas 3 SMU berarti sebentar lagi kau akan ujian Nasional kan? Bagaimana kau bisa memperbaiki nilai-nilaimu yang turun?” tanya Taemin. Aku senang dia mengalihkan pembicaraan ini.
“ Entahlah.. mungkin aku tidak akan lulus SMU. Toh tidak ada yang peduli” kataku acuh. Dia menatapku marah.
“ Kau tidak boleh bicara begitu! Apa kau tidak peduli bila aku lulus Ujian Nasional dengan baik sedangkan kau sekali lagi kalah dariku” tanyanya sambil menatapku tajam. Bagaimana? Entalah.. mungkin aku masih belum bisa menerima kalau aku kalah dari namja imut ini. Mungkin....
“ Kurasa aku akan sedikit... menyesal” kataku. Yaahh mungkin aku akan sedikit menyesal tidak bisa bersaing dengan Taemin lagi.
“ Kalau begitu masih ada harapan! Besok aku akan datang kerumahmu untuk membantumu belajar” kata Taemin dengan semangat 45. Aku menatapnya bingung. Ada sedikit rasa senang dan terimakasih mendengarnya bicara begitu padaku. Aku merasa masih ada orang lain yang peduli padaku. Aku tersenyum ke arahnya dan mengangguk mantap. Yaa.. mudah-mudahan aku bisa berubah walau sedikit.

***

Kulihat Jinki Oppa keluar dari pintu kedatangan di bandara. Aku mengacung-acungkan papan bertuliskan namanya. Jinki Oppa tersenyum menatapku dan berjalan kearahku sambil membawa Kopernya. Ketika dia sudah mendekatiku kupeluk erat Oppaku itu. dia membalas pelukanku.
“ Aku merindukan Oppa” kataku sambil merenggangkan pelukkanku dan menatap Oppaku yang tampan ini. Kulihat dia tersenyum manis. Seandainya dia bukan Oppaku, aku pasti sudah jatuh cinta ketika melihat senyumnya itu. pantas saja banyak wanita yang meyukai Oppaku ini. Ya Oppaku kan salah satu artis terkenal di Korea. Walaupun aku tidak tahu persis dia artis apa.
“ Aku juga merindukan My Jagy” kata oppaku. Yahhh Oppaku memang biasa memanggilku dengan sebutan Jagy. Lalu kami keluar dari bandara menuju rumah. Sepanjang perjalanan Jinki Oppa terus membicarakan rekan-rekan artisnya tentang kelakuan mereka selama mereka di jepang.
“ Kau Tahu? Si Key itu selalu mengomel tidak jelas ketika melihat hotel yang kami tempati berantakan. Lalu Jonghyun dan Minho akan menirukan gayanya yang sedang marah-marah” kata Jinki Oppa antusias. Setiap kali dia menceritakan teman-temannya itu wajahnya terlihat sangat senang. Aku hanya bisa tertawa mendengar ceritanya.
“ Kami Pulang!” seru Jinki Oppa ketika kami memasuki rumah. Kulihat Jin hye ajumma langsung memeluk Jinki Oppa. Aku melangkahkan kakiku melewati Jinki Oppa sambil membawa kopernya. Rasanya ingin menangis melihat Jin hye Ajumma yang memeluk Jinki Oppa. Sudah lama aku tidak merasakan pelukan seorang ibu. Aiisshh sudahlah.. aku terus menyeret koper Jinki oppa menuju lantai atas, karena kamarnya berada di sebelah kamarku. Aku mengangkat koper oppa dengan susah payah. Huft~ akhirnya sampai juga di ujung tangga. Lalu kubawa koper itu ke kamar Oppa dan meletakkannya di sudut. Lalu aku merebahkan diriku di tempat tidur Jinki Oppa.
Clek..
Aku menoleh dan melihat Jinki oppa masuk kekamarnya. Dia membuka kemejanya dan duduk di tepi tempat tidurnya. Lalu mengusap rambutku lembut. Aku memejamkan mataku merasakan jari-jari Jinki oppa.
“ Ayo, kuantar kau ke salon” katanya. Aku memandangnya bingung.
“ Yak! Bukankah kau harus tampil baik di pesta Ulangtahun nenek?” tanya Jinki oppa sambil mencubit pipiku. Aku mengusap-usap pipiku.
“ Nee.. kajja! Nanti kita telat datang kepestanya kalau sekarang belum ke salon. Oppa tahu kan bagaimana nenek dan ayah kalau sudah marah?” kata ku sambil bangkit dari tempat tidur Jinki oppa dan berjalan keluar dari kamar. Jinki Oppa berjalan mengikutiku dari belakang sambil tersenyum.

***

Taemin POV

“ Taemin-ah.. malam ini kau siap-siap ya. Kami akan menjemputmu untuk datang ke pesta ulangtahun orangtua teman dekat Appa-mu” kudengar Ummaku berbicara di seberang telepon.
“ Pesta? Apa aku harus ikut? Biasanya hanya Taesun hyung yang ikut” kataku dengan nada bingung. Biasanya jika ada pesta teman-teman appa, Umma dan Appa hanya akan mengajak Taesun Hyung tapi kenapa hari ini aku juga di ajak.
“ Iya kau dan Taesun akan datang bersama kami. Kami akan menjemputmu di dorm pakailah Jas terbaikmu kau harus tampil menawan. Ara?”
“ Ne, arrasseo” kataku lalu menutup panggilan di Ponselku. Ada apa ya? Perasaanku tidak enak perihal pesta ini. Aahh sudahlah.. aku bergegas mandi dan bersiap-siap sendiri. Karena Key Hyung belum kembali dari Jepang jadi tidak ada yang membantuku berdandan(?).
TINNN TIIINNNNN
“ Itu pasti mobil Appa” kataku segera memakai sepatuku dan berjalan keluar dorm tidak lupa menguncinya juga. Aku masuk kedalam mobil dan duduk di sebelah Taesun hyung. Mobil melaju membelah kota Seoul dan berhenti di sebuah Rumah yang cukup besar. Di depan rumah itu sudah banyak mobil-mobil mewah yang diparkir. Aku turun dari mobil bersama Taesun hyung Menuju taman belakang tempat di adakannya pesta. Umma dan Appaku langsung menemui teman Appa itu dan membicarakan sesuatu yang sepertinya sangat serius. Aku mengambil minuman yang disediakan di sebuah meja. Dan meneguknya tapi tiba-tiba pandanganku menangkap sesosok namja yang kukenal baik. Sedang apa dia disini?
“ Onew hyung! Apa yang kau lakukan disini?” sapaku sambil berlari kecil menghampirinya. Kulihat dia terkejut melihatku.
“ Taemin-ah?? Kenapa kau ada disini?” tanya Onew hyung kaget. Aiissshh orang ini samanya dengan Yui. Aku tanya malah bertanya balik.
“ Aku datang bersama Umma dan Appa ku. Kata mereka ini pesta ulangtahun orangtua salahsatu sahabat dekat Appa” jawabku.
“ Ahh Appamu teman dekat Yesung Appa” kata Onew hyung sambil mengagguk-anggukan kepalanya. Yesung appa? Apa itu appanya Onew hyung?
“ Oh iya Onew hyung.. kenapa sudah kembali ke Korea? Bukankah hyung yang lain masih dijepang?” tanyaku.
“ Aku dipaksa pulang oleh nenekku untuk menghadiri pesta ini. Lagipula sekarang sudah tidak ada jadwal disana. Paling-paling mereka bertiga juga di sana sedang jalan-jalan” jawab Onew hyung sambil tersenyum. Aku membalas senyumnya. Lalu di atas panggung kecil di tengah taman seorang ajusshi berdiri. Sepertinya dia MC di acara ini.
“ Terimakasih kepada semua Rekan-rekan yang sudah mau datang ke acara Ulangtahun nyonya Lee Eun hye yang ke 81. Selain merayakan ulangtahun beliau, pesta ini juga akan menjadi pesta pertunangan istimewa antara cucu nyonya Lee dengan salah satu anak teman baik tuan Yesung” kata MC itu. ahh jadi ini sekalian acara pertunangan, pantas saja pestanya terlihat lebih besar di banding pesta ulangtahun biasa.
“ Karena itu kami persilahkan kepada kedua calon untuk maju kedepan. Yaitu Lee Yui dan Lee Taemin. Keduanya kami persilahkan” tiba-tiba lampu spotlight menyorotku aku menutup mataku yang silau. Apa-apaan ini? Apa maksudnya? Kulirik Onew hyung yang berada di sebelahku. Ekspresinya sangat kaget, kurasa dia juga tidak tahu-menahu soal ini. Kurasakan Umma dan Appa menarikku menaiki panggung itu. lalu meninggalkan aku berdua saja dengan MC, aku berdiri dipanggung gugup dan bingung. Ada apa sebenarnya ini?
“ Lepaskan aku! Apa-apan kalian??!” seorang yeoja memakai dress merah berteriak berusaha melepaskan dirinya dari dua orang yang sepertinya Bodyguardnya menaiki panggung. Tunggu! Yeoja itu..
“ Yui??!!!” tanyaku tidak percaya. Dia menatapku dengan tidak percaya juga.

Yui POV

“ Terimakasih kepada semua Rekan-rekan yang sudah mau datang ke acara Ulangtahun nyonya Lee Eun hye yang ke 81. Selain merayakan ulangtahun beliau, pesta ini juga akan menjadi pesta pertunangan istimewa antara cucu nyonya Lee dengan salah satu anak teman baik tuan Yesung” kata MC diatas panggung. ahh pesta ini sungguh membosankan! Aku mulai tidak nyaman dengan dress merah dan high heels yang kukenakan ini. Aiiissshhh .... Jinki oppa kemana lagi? Aku mencari-cari sosok Oppaku itu. aiissshh sudahlah.. aku kembali meneguk minumanku.
“ Karena itu kami persilahkan kepada kedua calon untuk maju kedepan. Yaitu Lee Yui dan Lee Taemin. Keduanya kami persilahkan” eh? Tadi MC itu bilang apa? Kurasakan dua Bodyguard nenekku menarikku untuk naik ke atas panggung itu. apa-apaan ini!?
“ Lepaskan aku! Apa-apan kalian??!” Teriakku berusaha melepaskan tangan kedua orang bertubuh besar ini. Tapi mereka terlalu kuat. Aaiisssshhh apa sebenarnya yang direncanakan oleh Nenek dan Appa!!?
“ Yui??!!!” kulihat seorang namja di atas panggung menatapku tidak percaya. Eh? Itu kan Taemin?? Ada apa ini sebenarnya? Aku menatap Taemin tidak percaya.

***

“ Seharusnya Umma dan Appa membicarakan ini denganku dulu! Aku masih sekolah! Lalu nanti apa kata Publik kalau tahu aku sudah memiliki tunangan dan akan menikah dalam waktu dekat?” kudengar Taemin sedang bicara pada Appa dan Ummanya. Sekarang keluargaku dan keluarga Taemin sedang makan malam pribadi setelah Pesta selesai.
“ Tapi kami sudah merencanakan pertunangan ini sejak kau duduk di bangku SD, Taemin! Yesung-ssi adalah teman Baik Appa” jawab orang yang sepertinya Appanya Taemin.
“ Tapi.. appa kan bisa membicarakannya dulu denganku” kata Taemin.
“ Taemin-ah.. keluarga kedua belah pihak sudah setuju dengan pertunanganmu dengan Yui” kali ini Appaku yang bicara. Jadi mereka semua berani mengatur hidupku?
“ Appa! Appa tidak bisa seenaknya menentukan hidupku! Aku punya hak untuk mengatur hidupku sendiri! Sekarang umurku sudah 19 tahun!” seru ku marah. Apa-apaan ini?!
“ Yui-ya.. nenek mohon kau mau melakukannya bersama Taemin ya? Demi nenek. Nenek ingin segera melihatmu menikah sebelum nenek pergi” kudengar nenekku berbicara dan menggengam tanganku.
“ Tapi nek.. aku masih sekolah dan aku masih harus mengejar cita-citaku” jawabku sedikitlebih lembut.
“ Kau kan bisa mengejar cita-citamu setelah menikah dengan Taemin” kata appaku.
“ Tapi Yesung ajusshi... aku dan Yui kan masih sekolah dan sebentar lagi kami akan ujian kelulusan. Jadi-“
“ Kalian bisa menikah dulu, lalu setelah itu terserah kalian mau melakukan apa. Kalian bisa menunda malam pertama kalian sampai kalian selesai ujian. Yang terpenting kalian menikah dulu” kata appaku memotong perkataan Taemin.
“ Tapi Appa- ” kata-kataku terpotong karena nenek sudah jatuh dari kursinya.
“ Nenek? Nenek! Cepat panggil ambulans” perintah Jinki Oppa pada para pelayan yang langsung menghubungi ambulans. Tidak lama kemudian ambulans tiba dan nenek segera dibawa ke rumah sakit.

***

“ Nyonya Lee, sudah sadar. Dia bilang dia ingin berbicara pada Nona Lee Yui dan Tuan Lee Taemin” kata Dokter yang menangani nenek setelah kami menunggu dengan cemas selama 1 jam. Aku mengagguk pelan dan berjalan memasuki kamar rawat nenek bersama Taemin.
“ Dia akan baik-baik saja aku yakin” kata Taemin ketika kami memasuki pintu kamar rawat nenek dan dia mengenggam tanganku. Aku menatapnya. Dia terseyum memberi semangat. Aku membalas senyumnya. Rasanya aku jadi punya kekuatan berkat genggaman Taemin.

Onew/ Jinki POV

“ Nyonya Lee, sudah sadar. Dia bilang dia ingin berbicara pada Nona Lee Yui dan Tuan Lee Taemin” kata Dokter yang menangani nenek setelah kami menunggu dengan cemas selama 1 jam. Aku melihat Yui mengagguk pelan dan berjalan memasuki kamar rawat nenek bersama Taemin. Aku duduk kembali di kursi yang ada di depan kamar. Kututup wajahku dengan kedua tanganku. Begitu banyak kejadian yang tidak terduga hari ini. Kuhela napas panjang ketika mengingat kejadian tadi.

-Flashback-

“ Terimakasih kepada semua Rekan-rekan yang sudah mau datang ke acara Ulangtahun nyonya Lee Eun hye yang ke 81. Selain merayakan ulangtahun beliau, pesta ini juga akan menjadi pesta pertunangan istimewa antara cucu nyonya Lee dengan salah satu anak teman baik tuan Yesung” kata MC yang sudah berdiri di atas panggung untuk membawakan Acara. Apa? Acara pertunangan? Pertunangan siapa? Kenapa Umma dan Yesung Appa tidak mengatakan apapun? Apa Yui juga tahu hal ini?
“ Karena itu kami persilahkan kepada kedua calon untuk maju kedepan. Yaitu Lee Yui dan Lee Taemin. Keduanya kami persilahkan” apa? Yui dan ... . Tiba-tiba lampu spotlight menyorot orang yang ada di sebelahku. Apa maksudnya semua ini? Aku menatap Taemin yang di dorong Umma dan Appa-nya menaiki panggung dengan ekspresi benar-benar terkejut. Ada apa sebenarnya? Yui dan Taemin bertunangan? Kenapa bisa? Kenapa?
Pikiranku benar-benar kalut sekarang. Yui dengan namdongsaeng kesayanganku?

***

“ Seharusnya Umma dan Appa membicarakan ini denganku dulu! Aku masih sekolah! Lalu nanti apa kata Publik kalau tahu aku sudah memiliki tunangan dan akan menikah dalam waktu dekat?” kudengar Taemin berkata dengan nada marah. Aku menatap kosong ke arah makanan yang sudah disediakan oleh para pelayan.
“ Tapi kami sudah merencanakan pertunangan ini sejak kau duduk di bangku SD, Taemin! Yesung-ssi adalah teman Baik Appa” jawab orang yang sepertinya Appanya Taemin.
“ Tapi.. appa kan bisa membicarakannya dulu denganku” kata Taemin.
“ Taemin-ah.. keluarga kedua belah pihak sudah setuju dengan pertunanganmu dengan Yui” kali ini Yesung appa yang bicara. Aku tidak bisa mencerna kata-kata mereka dengan baik. Aku benar-benar tidak bisa berpikir sekarang.
“ Appa! Appa tidak bisa seenaknya menentukan hidupku! Aku punya hak untuk mengatur hidupku sendiri! Sekarang umurku sudah 18 tahun!” seru Yui marah.
“ Yui-ya.. nenek mohon kau mau melakukannya bersama Taemin ya? Demi nenek. Nenek ingin segera melihatmu menikah sebelum nenek meninggal” kudengar suara nenekku mencoba menjelaskan pada Yui yang sedang marah.
“ Tapi nek.. aku masih sekolah dan aku masih harus mengejar cita-citaku” jawab Yui sedikit lebih lembut.
“ Kau kan bisa mengejar cita-citamu setelah menikah dengan Taemin” kata Yesung appa.
“ Tapi Yesung ajusshi... aku dan Yui kan masih sekolah dan sebentar lagi kami akan ujian kelulusan. Jadi-“
“ Kalian bisa menikah dulu, lalu setelah itu terserah kalian mau melakukan apa. Kalian bisa menunda malam pertama kalian sampai kalian selesai ujian. Yang terpenting kalian menikah dulu” kata Yesung appa memotong perkataan Taemin.
“ Tapi Appa- ” Yui berhenti bicara ketika kurasakan nenek yang duduk di sebelahku terjatuh dari kursinya. Ku raih tubuh lemah nenek dan berusaha membangunkannya.
“ Nenek? Nenek! Cepat panggil ambulans” perintahku pada para pelayan yang langsung menghubungi ambulans. Tidak lama kemudian ambulans tiba dan nenek segera dibawa ke rumah sakit.

-End of Flashback-

“ Nenekmu akan baik-baik saja Jinki” kurasakan tangan lembut Umma mengelus kepalaku pelan. Aku mengangkat kepalaku untuk menatap Umma dan mengangguk pelan sambil memasang senyum. Aku tahu nenek akan baik-baik saja. Yang membuatku kalut adalah kenapa Yui harus menikah dengan Taemin. Apa itu masalah? Bagiku itu masalah. Taemin akan menjadi adik Iparku. Dan Yui akan jadi miliknya selamanya. Aissshhh kenapa Tuhan selalu tidak adil padaku? Tapi apa Yui akan menerima pernikahan ini begitu saja? Yui bukanlah gadis yang ingin hidupnya di atur oleh orang lain. Semoga dia menolak pernikahan ini. Semoga...
Clek..
Kulihat Yui keluar dari kamar rawat nenek bersama Taemin. Dan apa itu? mereka berpegangan tangan? Jangan-jangan....
“ Appa.... aku... aku akan menikah dengan Taemin”
Mwo??!!

~To Be Continued

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Hands work "Digital Colouring Miku"

Hay hay!! I'm backk!! hehe akhir-akhir ini lagi keranjingan ngerjain digital colouring nihh.. nah kali ini miku yang jadi sasaran saya wkwk.. maaf ya kalo masih abal bgt! hehe Check this out aja lahh :) 

My Hands work (manga)

nahh yang ini tadinya gambar naruto ama Hinata tapi ku ubah.. ehh malah jadi mirip miku cewenya hehe.. buat visitor.. mohon komennya.. kalo ga bsa komen seenggaknya bisa voting hehe arigatou!! tolong jangan menyalahgunakan gmbar ini saya membuatnya dengan perjuangan.

I don’t want to see your sadness part 8 : ~Taemin Confessed~

I don’t want to see your sadness part 8 : ~Taemin Confessed~ Author              : Maulisa a.ka Mayuki a.ka Mayujita Main cast         : Yui Yoshioka as Lee Yui, Taemin as Lee Taemin, Lee Jinki as Onew  Suport cast      : Member SHINee, etc. You can find when you read. Length             : Sequel (8 of -) Genre               : Life, Family, Sad (?) Rating              : PG -16 Warning! Don’t Be a Copycat . Please make a sure with me if you want to re-publish this Fanfiction and don’t forget to write my name as the author. Thanks. Part 8  ~Taemin Confessed~ “ Skandal yang selama ini ditundingkan kepada Taemin SHINee dan Sulli f(x) akhirnya terungkap denga...