I don’t want to see your sadness part 1 : ~The Reunion~
Author : Mayujita a.k.a Lee Jin ah a.k.a mayuki
Main cast : Yui Yoshioka a.ka Lee Yui, Taemin a.ka Lee Taemin, Lee Jinki a.ka Onew
Suporting cast : Member SHINee, Kim Jongwoon a.ka Yesung appa (anggap aja marganya yesung jadi Lee hehe ^^), Lee jin hye a.ka hye jin umma (Immaginary), Im Yoona a.ka Yoona.
Length : Sequel
Genre : Life, Family, Sad (?)
Rating : PG-13
Part 1 ~ Reunion~
Yui POV
“ Ne.. Oppa. Apa oppa berangkat hari ini?” tanyaku pada Oppaku ditelepon. Hari ini aku sedang jalan-jalan di salah satu mall di Seoul.
“ Ya.. aku akan berangkat sore ini” jawab Oppaku diseberang telepon. Aku terus berjalan melihat toko-toko yang ada di sekelilingku.
“ Apa oppa akan pulang sebelum pesta ulangtahun nenek?” tanyaku sambil memasuki sebuah game center.
“ Sepertinya tidak. Aku harus tiba disana besok pagi dan akan ada disana selama satu setengah minggu jadi tolong kau sampaikan permintaan maafku pada nenek ya?” jawab oppaku lagi. Aku mendengus pelan.
“ Berarti aku boleh tidak ikut pesta membosankan itu kan? Jika tidak ada oppa aku malas harus ikut” kataku malas. Kudengar oppa-ku menghela napasnya.
“ Kau harus datang Yui! Kau tahu nenek sangat mengharapkanmu hadir di pesta ulangtahunnya kan? Kau satu-satunya cucu perempuannya” haa~~ susahnya menjadi satu-satunya cucu perempuan dalam keluarga ini. Sebenarnya aku malas harus mengikuti pesta yang isinya pasti hanya rekan-rekan kerja appa.
“ Baiklah, tapi ingat aku melakukan ini karena oppa dan nenek tidak untuk yang lain. Ara?” kataku tegas. Yaahh memang sejak Ummaku meninggal 3 tahun yang lalu orang yang bisa ku percaya hanya oppaku ini walaupun kami tidak punya hubungan darah sama sekali, ya orang yang sedang berbicara denganku ini hanya Oppa tiriku. Tapi selama tiga tahun ini hanya dia yang mampu membuatku membuka hatiku dan dia selalu menjadi teman sejatiku.
“ Ne, arasseo! Hei Jin ah apa kau sedang berada di game center lagi?” tanya oppaku dari nada suaranya dia terdengar tidak sabar.
“ Ya, aku sedang berada di game center memang kenapa?” tanyaku balik. Sebenarnya aku tahu kenapa dia bertanya begitu. Dia kembali menghela napasnya.
“ Berhentilah bersikap seperti anak kecil begitu Yui! Sampai kapan kau akan bersikap begini?” tanya oppaku terdengar lelah. Aku tertawa kecil.
“ Sampai aku puas. Dan sampai orang itu sadar apa yang sudah dilakukannya terhadapku dan ummaku!” jawabku sambil tertawa kecil.
“ Ya sudahlah.. aku tahu aku tidak akan bisa memaksamu kan? Tapi aku harap kau bisa merubah sikapmu itu secepatnya” nasihat oppaku.
“ Ya. Kuharap juga begitu. Sudah dulu ya oppa aku mau main dulu.. annyeonghi.. jaga diri oppa disana. Jangan makan sembarangan ya” kataku sambil tersenyum riang. Kudengar oppaku itu tertawa kecil.
“ Ya ya baiklah.. kau juga jangan makan sembarangan, ara?”
“ Ne, arasseo.. dahh oppa” kataku.
“ daahh...” Flip! Aku menutup Flip ponselku. Waktunya bermain!! Aku segera menghampiri Counter penjual koin permainan dan membeli banyak koin. Hari ini aku ingin menghabiskan waktu dengan bermain karena aku malas pulang ke rumah.
***
Aku berjalan keluar dari game center itu setelah 4 jam bermain tanpa henti. Kulirik jam tanganku sudah pukul 7 malam. Tapi aku belum ingin pulang. Jadi kulangkahkan kakiku menuju restaurant terdekat dari game center itu.
Bukkk!
Aku terjatuh ketika sedang berjalan menuju restaurant itu. Ada seseorang yang menabrakku. Aku sudah siap siap ingin marah. Tapi orang itu langsung berteriak cukup keras hampir membuatku tuli.
“ Yui?? Kau Lee Yui kan? Benar kan?” tanyanya dengan antusias. Bahkan yeoja ini tidak maaf sama sekali telah menabrakku. Tapi tunggu bagaimana dia bisa tahu nama -lama- ku? Aku menatap bingung yeoja yang sudah berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri. Aku menyambut uluran tangannya. Sepertinya wajah yeoja ini tidak asing.
“ Hei! Benarkan kau Lee Yui?” tanyanya lagi membuyarkan lamunanku.
“ Ya...” jawabku. Dia mengangkat sebelah alisnya. Lalu sedetik kemudian dia tersenyum senang.
“ Jadi benar! Waahh sudah lama sekali kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu? Apa kau masih ingat aku?” tanyanya lagi. Aku hanya menggelengkan kepalaku. Sungguh aku tidak kenal siapa yeoja yang ada di hadapanku ini.
“ Aissshhh lihat segitu lamanya kah kita tidak bertemu sampai-sampai kau lupa teman sebangkumu di SMP dulu” omelnya. SMP? Teman sebangku? Ya ampun bagaimana aku bisa lupa!
“ Im Yoona!! Kau Im Yoona??” tanyaku untuk meyakinkan bahwa aku tidak salah.
“ Ahh akhirnya kau ingat juga. Bagaimana kabarmu?” katanya sambil tersenyum.
“ Aku baik-baik saja. Kau sendiri bagaimana?” tanyaku balik.
“ Aku baik-baik saja. Ahh ya kenapa kau tiba-tiba menghilang dia acara kelulusan, tidak ikut acara perpisahan sekolah dan Kenapa selama ini aku berusaha menghubungi rumahmu tapi tidak pernah bisa, berkali-kali kucoba sampai akhirnya suatu hari ada yang menjawab teleponku. Tapi mereka bilang kau sudah pindah dari rumah lamamu? Benarkah?” tanya Yoona menatapku. Aku hanya diam, ya hari kelulusan itu....
Aku tersenyum menatapnya. Lalu menariknya menuju Restaurant yang tadi menjadi tujuanku. Dia terlihat bingung ketika aku menariknya.
“ Aku akan menceritakan semuanya setelah aku makan, Ok?” kataku sambil menariknya memasuki Restaurant itu.
“ Mwo?!” suara Yoona setelah kami duduk di salah satu kursi kosong di sudut Restaurant dan aku baru saja selesai menceritakan semuanya. aku yakin suaranya terdengar sampai keseluruh bagian Restaurant itu karena semua mata sekarang sudah memandang Protes ke arah kami. Aku meletakkan Jari telunjukku di atas bibirku.
“ Shh.. bisakah kau tidak seheboh itu? Apa kau mau membongkar semua keadaan keluargaku?” tanyaku sedikit kesal. Dia menatapku dengan tatapan –Mian- lalu kembali melanjutkan dengan suara lebih pelan dari yang tadi.
“Jadi di hari kelulusan Ummamu mengalami Kecelakaan dan tidak terselamatkan? Lalu 3 bulan setelah itu Appa-mu menikahi wanita lain yang sudah memiliki seorang anak laki-laki yang 4 tahun lebih tua darimu? Lalu setelah appa-mu menikah dengan wanita itu, kau dan keluarga barumu itu pindah rumah?” kata Yoona mengulang ceritaku tadi. Aku mengangguk sambil menyeruput Kopi yang tadi kupesan. Yoona mengangguk-angguk tanda mengerti.
“ Jadi begitu. Pantas saja kami panitia Reuni SMP tidak bisa menghubungimu” katanya lagi.
“ Panitia Reuni SMP?” tanyaku. Yoona mengangguk.
“ Ya, SMP kita sudah beberapa kali mengadakan Reuni. Dan tak sekali pun kami bisa menghubungimu” kata Yoona menjelaskan. Ya itu wajar saja sih. Sejak kepindahanku, aku benar-benar tidak pernah berhubungan lagi dengan orang-orang masa laluku.
“ Dan sebelum aku lupa, Kami akan mengadakan Reuni lagi Jum’at ini. Tapi reuni ini hanya untuk alumni angkatan kita saja. Dan kau harus datang!” kata Yoona lagi tegas. Aku tertawa mendengar ocehan yeoja yang satu ini. Aku akui aku sangat merindukan keceriaan nya ketika kami SMP dulu. Hei! Kenapa aku tidak datang saja ke acara Reuni itu jadi aku punya alasan untuk keluar rumah akhir minggu ini. Lagipula aku ingin tahu keadaan teman-teman SMP-ku dulu.
“ Baiklah. Kurasa akhir minggu ini aku tidak ada kegiatan. Jadi aku akan datang” kataku sambil tersenyum padanya. Yoona terlihat sangat senang.
“ Bagus!” katanya sambil tertawa senang.
***
Taemin POV
“ Hyung.. apa aku bisa pulang lebih dulu hari jum’at ini?” tanyaku pada Key Hyung yang sedang merebahkan dirinya di sofa Hotel. Saat ini kami sedang berada di Jepang untuk melakukan beberapa pemotretan majalah perihal debut jepang kami. Ya kami adalah SHINee salahsatu Boyband yang bisa dibilang sedang naik daun saat ini. Key hyung bangun dari rebahannya dan duduk sambil menatapku.
“ Memang kenapa kau ingin pulang lebih dulu dari kami taem?” tanya Key hyung.
“ Akhir minggu ini aku akan menghadiri reuni SMP dengan teman-temanku. Bagaimana hyung? Boleh ya.. selama ini aku tidak pernah sekalipun menghadirinya. Ayoolah kumohon” rengekku padanya sambil menunjukkan Puppy Eyesku. Dia menghela napasnya.
“ Kau selalu menunjukkan Puppy eyes mu itu jika sedang merayuku Taem. Baiklah akan aku bicarakan pada Onew Hyung dan yang lain dulu” kata Key hyung. Aku langsung memeluknya.
“ Kau memang hyung yang terbaik!” kataku tulus. Key hyung mengusap-usap rambutku.
Yui POV
“ Yui... kau sudah pulang?” kudengar suara itu ketika aku melangkahkan kakiku untuk menaiki tangga menuju kamarku di lantai dua. Aku menghentikan langkahku dan menoleh kepada orang yang bicara padaku.
“ Seperti yang kau lihat” jawabku datar.
“ Yui! Bicara yang sedikit sopan pada Umma-mu” kali ini kudengar suara appa. Aku tersenyum sinis. Dan kembali melangkahkan kakiku menaiki tangga dan masuk kedalam kamarku. Kuhempaskan tubuh lelahku di atas tempat tidur empukku. Kutatap sebuah boneka teddy bear kecil di atas meja lampu di samping tempat tidurku. Boneka itu diberikan Umma dan Appa di ulangtahunku yang ke 8. Aissshhh kepalaku kembali sakit mengingat kejadian itu. kuputuskan untuk tidur saja walaupun aku belum melepas sepatu, tas, dan jaket yang kukenakan.
Author POV
“ Yui.. apa kau sudah tidur? Boleh aku masuk?” Jin hye membuka pintu kamar Yui perlahan dan melihat Yui yang sedang tidur di tempat tidurnya tanpa melepas Sepatu, Jaket dan Tasnya. Jin hye menghampiri Yui dan membuka Sepatu, Jaket dan Tas Yui dengan perlahan lalu menyelimuti Yui dengan selimut.
“ Aku tahu kau tidak bisa menerimaku secepat itu Yui, tapi aku tetap menyayangimu sebagai anakku. Sama seperti aku menyayangi Jinki” kata Jin Hye pelan sambil mengusap rambut Yui lembut. Lalu dia berjalan meninggalkan kamar Yui.
***
Yui POV
Ring..Ding..Dong..
From : Him Yoona
To : Yui J
Message : Yui! Jangan lupa Sore ini kita ada Reuni Jam 5. Di gedung XXX. Pastikan kalau kau jadi datang! Awas kalau tidak!
Aku tersenyum melihat e-mail yang dikirim Yoona.
From : Yui J
To : Him Yoona
Message : Ne! Aku tahu! Kau terlalu bawel Yoona! Aku pasti datang walaupun badai
datang!
datang!
Kutekan tombol send. Yap! Selesai. Aku harus bersiap-siap untuk menghadiri acara reuni itu.
Pukul 4 tepat. Aku sudah siap untuk menuju tempat diadakannya acara Reuni itu. ketika aku melangkahkan kaki ku keluar dari pintu aku mendengar appa memanggiku.
“ Yui? Mau kemana kau?” tanya Appa. Aku berbalik dan melihat appa sedang duduk di sofa sambil memegang koran.
“ Aku mau menghadiri acara Reuni SMP-ku” jawabku datar. Appa menatapku curiga.
“ Aku tidak bohong. Kalau appa tidak percaya appa bisa menelepon temanku yang bernama Yoona. Aku sudah meletakkan no teleponnya di meja” sambungku lagi.
“ Baiklah. Appa percaya padamu” kata appaku kemudian.
“ Aku pergi dulu” pamitku datar. Malas rasanya berbicara lama-lama dengan appa. Aku melangkahkan kakiku ke halte terdekat.
Taemin POV
“ Taemin?? Kau Lee Taemin kan?” kudengar seseorang menyapaku ketika aku sedang mengambil minuman di meja yang telah disediakan. Saat ini aku sedang berada di gedung dimana acara reuni SMP-ku berlangsung. Aku menoleh ke arah suara itu yang ternyata seorang Yeoja.
“ Ne.. benar aku Lee Taemin” balasku sambil tersenyum. Yeoja itu balas tersenyum.
“ Yaa.. sekarang kau bertambah tampan saja” katanya lagi. Aku tersenyum mendengar pujian itu.
“ Ahh Gamsahamnida” jawabku.
“ Hei.. kenapa bicaramu formal begitu? Omo... jangan bilang kau lupa padaku?” tanya yeoja ini sambil menyipitkan matanya curiga. Jujur saja aku sudah lupa sebagian besar teman-teman ku di SMP dulu kecuali satu yeoja. Dia.... ahh sudahlah jangan ingat dia lagi.
“ Hehe.. Ne.. Mianhae aku benar-benar lupa” jawabku polos. Yeoja di hadapanku ini tertawa.
“ Hhaha tidak apa-apa.. aku sudah biasa dilupakan. Bahkan teman sebangku-ku dulu saja lupa padaku” katanya sambil tertawa.
“ Aku Im Yoona! Apa kau ingat? Aku yeoja yang paling tomboy di kelas” katanya berusaha membuatku ingat. Im Yoona? Yeoja paling tomboy? Ahh yaa... aku ingat.
“ Ahh ya kau Him Yoona kan?” tanyaku meyakinkannya.
“ Yaa... yang kau ingat hanya julukanku saja!” kata Yoona sambil tertawa. Aku juga tertawa. Rasanya seperti kembali ke masa SMP dulu.
“ Yoona!” aku dan Yoona menoleh ke arah suara yang memanggil Yoona itu. Yoona tersenyum senang melihat Yeoja yang tadi memanggilnya. Yeoja itu berlari kecil mengahmpiri Yoona.
“ Kau lama sekali.. kukira kau tidak akan datang” kata Yoona. Yeoja itu tersenyum. Hei senyum itu rasanya tidak asing. Kuperhatikan penampilan yeoja itu. Ia hanya memakai pakaian yang sederhana sekali. Padahal semua teman-temanku yang lain menggunakan Jas dan Dress yang semi-formal. Tapi yeoja ini hanya memakai celana denim hitam, T-shirt sepanjang pahanya yang di tutup dengan Jaket abu-abu dan dia juga memakai sepatu Sneakers yang sangat sederhana. Entah kenapa aku tidak bisa memalingkan pandanganku dari yeoja ini.
“ Ahh iya.. Yui.. apa kau masih ingat namja yang dulu sangat senang menjahilimu?” tanya Yoona pada yeoja ini.. yang siapa tadi namanya? Yui?. Yeoja itu tersenyum.
“ Maksudmu si Namja Imut itu.. si Lee Taemin?” tanya Yeoja itu sambil tertawa. Namja Imut? Apa maksud yeoja ini? Berani-beraninya dia memanggilku Namja Imut.
“ Yaa... kau pasti tidak percaya sekarang dia sudah menjadi namja yang menjadi pujaan banyak wanita” kata Yoona lagi. Ya benar! Sekarang aku sudah menjadi namja pujaan para wanita. Rasakan itu Yeoja tidak sopan! Kulihat Yeoja itu mengangkat sebelah alisnya. Lalu tiba-tiba Yoona menarikku.
“ Ini dia! Orang yang kau panggil namja imut itu! bagaimana?” kata Yoona sambil tertawa. Yeoja itu menatapku sambil menyipitkan matanya yang besar –seperti Minho hyung- itu. Lalu dia tertawa keras. Hei apa ada yang salah dengan wajahku?
“ Hhahaaha jadi Kau Lee Taemin? Lama tak bertemu ya? Sekarang kau semakin imut saja! Kurasa kau tidak ingat aku” katanya sambil memegang bagian perutnya menahan tawa. Aku memasang wajah cemberutku. Apa-apaanYeoja ini?! Setelah dia mengataiku Namja Imut sekarang dia menertawakanku. Siapa sebenarnya kau?
“ Imut? Apa maksudmu? Memang siapa kau berani-beraninya memanggilku Namja Imut?! Aku ini Manly tahu!” kataku sedikit kasar padanya. Dia hanya menatapku sambil terus tertawa. Yaa! Apanya yang lucu?
“ Kau tahu? Kau tidak berubah sama sekali?”katanya sambil mengatur napasnya setelah puas menertawaiku.
“ Kau tidak ingat aku ya? Aku Lee Yui! Yeoja yang selalu kau ganggu saat SMP dulu” sambung yeoja itu lagi. Aku hanya menatapnya bingung.
Yui POV
“ Kau tidak ingat aku ya? Aku Lee Yui! Yeoja yang selalu kau ganggu saat SMP dulu” kataku lagi pada namja Imut yang ada di hadapanku ini. Dia hanya menatapnya bingung.
“ Kau... kau Lee Yui? Si Yeoja Cengeng itu?” tanyanya kemudian. Lihat sudah sebesar ini pun dia masih memanggilku cengeng! Dasar Namja Imut!
“ Hei kalian ini kalau sudah bersama pasti selalu bertengkar. Yui, Taemin.. ini kan pertama kalinya kalian menghadiri acara Reuni ini, bagai-”
“ Jadi kau juga baru pertama kali menghadiri reuni SMP ini?” tanyaku –memotong kata-kata Yoona- pada Namja Imut itu. ternyata bukan hanya aku yang ketinggalan berbagai acara reuni SMP ini. dia mengangguk.
“ Iya! Memang kenapa? Setiap kali mereka mengadakan Reuni pasti aku dan para hyungku sedang melakukan Konser ataupun Rekaman” jawabnya. Aku mengangkat sebelah alisku.
“Ahh apa kau tidak tahu Yui. Taemin ini salah satu member Boyband yang sedang naik daun sekarang. SHINee” kata Yoona melihat kebingunganku
“ SHINee??” tanyaku yang langsung disertai anggukan kepala Yoona. SHINee? Rasanya aku pernah dengar tapi dimana ya? Aku kan orang yang jarang dirumah jadi tidak mungkin menonton acara TV.
“ Jadi.. bagaimana kalau kalian berdua ikut aku berkeliling. Aku yakin kalian sudah lupa pada teman-teman SMP kita. Bagaimana?” tawar Yoona. kulirik Taemin yang sepertinya sedang berfikir. Lalu dia mengagguk.
“ Sepertinya bagus! Aku ingin melihat teman-teman yang lain” katanya.
“ Baiklah. Aku juga ikut” kataku akhirnya. Yaahh tidak ada salahnya kan mencoba.
***
Aku menunggu Yoona di lobby gedung acara Reuni. Ya acara itu sudah selesai 30 menit yang lalu. Tadi Yoona bilang dia ingin pulang bersamaku naik Bis. Tapi sudah 30 menit aku menunggunya di sini dia belum muncul juga. Dasar Yoona! Aku kembali melirik jam tanganku.
“ Yui!!” kudengar Yoona memanggilku. Aku membalikkan badanku, dia sedang berlari ke arahku.
“ Yui..aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bisa pulang bersamamu karena tiba-tiba nenekku menelepon dan aku disuruh seera kerumahnya. Katanya supir pribadinya akan menjemputku disini” kata Yoona dengan tampang yang sepertinya sangat menyesal.
“ Ya ampun.. untung saja kau sahabatku! Kalau tidak aku pasti sudah memukulmu karena membuatku menunggu 30 menit disini dan tiba-tiba bilang tidak bisa pulang bersama!” kataku sedikit kesal. Yaahh dia sudah membuat darahku sedikit naik.
“ Mianhae.. jeongmal mianhae” katanya lagi sambil menatapku sepertinya dia benar-benar menyesal. Aku menghela napas panjang.
“ Ya sudah! Kau kumaafkan” kataku akhirnya. Sejak dulu aku tidak pernah bisa membiarkannya memohon padaku. Dia tersenyum mendengarnya lalu memelukku.
“ Aku benar-benar minta maaf ya Yui.. kau benar-benar sahabat terbaikku” katanya lalu tersenyum dan pergi meninggalkanku sambil melambaikan tangannya. Aku membalas lambaian tangannya sampai dia masuk kembali ke dalam gedung.
“ Ha~h.. akhirnya aku pulang sendiri” kulirik jam tanganku sudah pukul 10 malam. Mudah-mudahan masih ada bis yang beroperasi. Aku berjalan meuju halte terdekat dan menunggu bis. Setelah 20 menit menunggu tidak ada satupun bis yang lewat. Aiisshhhh... terpaksa aku harus naik taksi. Aku tidak suka naik taksi. Tapi mau bagaimana lagi? Tida mungkin kan aku menunggu bis sampai pagi. Kuambil ponselku di kantung celanaku dan membuka Flipnya. Kutekan beberapa nomor.
“ Apa yang sedang kau lakukan disini? Kenapa belum pulang?” tanya seseorang. Aku mengangkat kepalaku dari ponsel untuk melihat siapa yang berbicara padaku. Eh? Taemin?
“ Kau sendiri apa yang kau lakukan disini? Bukankah tadi kau sudah pulang duluan?” tanyaku balik.
“ Aiissshh aku tanya kau, kau malah balik bertanya. Apa kau sedang menunggu Bis?” tanya nya lagi. Aku mengangguk.
“ Jam segini Bis sudah tidak ada yang melewati jalan ini” katanya lagi.
“ Sepertinya begitu” jawabku datar.
“ Mau kuantar pulang?” tanya Taemin lagi dia tersenyum padaku.
“ Eh? Tidak usah aku bisa naik taksi” kataku menolak ajakannya.
“ Ayolah, aku tida bisa membiarkan seorang Yeoja pulang sendirian malam-malam begini” katanya lagi. Aku menatapnya dan memperhatikan motor yang dia kendarai. Lalu aku mengangguk. Lebih baik naik motor daripada aku harus naik taksi.
“ Ini!” katanya sambil menyerahkan satu helm padaku. Aku memakainya dan menaiki jok belakang motor Taemin.
“ Pegangan” perintahnya. Aku menurut dan memegang ujung jaketnya. Lalu dia menggas motornya dengan kencang sampai membuatku mau tidak mau harus memeluk pinggangnya. Kurasakan Jantungku bertetak begitu cepat. Ada apa ini?
Taemin POV
“ Pegangan” perintahku pada Yui yang sudah naik ke atas motorku. Kurasakan dia menarik sedikit ujung jaketku. Aiisssshh begitukah yang dinamakan pegangan? Dasar yeoja bodoh! Kugas motorku sedikit berlebihan dan berhasil membuatnya memeluk pinggangku erat. Aku tersenyum senang. Hei tunggu kenapa aku senang dia memeluk pinggangku? Aiisshh jangan katakan aku menyukainya lagi? Eh? Lagi? Aaiiisssshh aku benar-benar tidak mengerti diriku sendiri.
“ Rumahmu masih di jalan XXX kan?” tanyaku padanya untung mengalihkan pikiranku.
“ Ani.. aku sudah pindah 3 tahun yang lalu. Sekarang aku tinggal di jalan XX no.21” jawabnya.
“ Pindah? Kenapa?” tanyaku.
“ Ceritanya panjang” jawabnya datar. Dari nada bicaranya sepertinya dia tidak ingin membahas hal itu. jadi aku diam saja dan kembali fokus pada jalan.
“ Terimakasih banyak ya Taemin” katanya setelah aku berhasil mengantarnya sampai depan rumahnya.
“ Jadi sekarang kau tinggal disini?” tanyaku padanya sambil memperhatikan rumah yang cukup besar itu. kulihat dia mengangguk.
“ Kapan-kapan aku boleh kan main kesini?” tanyaku sambil tersenyum. Kulihat wajahnya sedikit terkejut mendengar perkataanku. Lalu dia kembali mengangguk. Aku tersenyum.
“ Sekarang kau sekolah dimana?” tanyaku lagi.
“ Di SMU xxx” jawabnya. SMU nya dekat dengan sekolahnya Onew Hyung.
“ Waahh kebetulan sekali sekolahmu dekat dengan universitas hyungku. Sepertinya kepintaranmu tidak luntur ya? Buktinya kau bisa masuk SMU favorit itu” kataku sambil tertawa.
“ Tidak juga. Aku masuk SMU itu dengan nilai pas-pasan dan setelah melakukan tes 2 kali karena tes pertama aku gagal dan aku minta tes ulang dengan alasan sedang tidak enak badan” jawabnya datar. Ha? Ada apa dengan yeoja cengeng ini. Dulu kan dia dan aku adalah saingan dalam pelajaran di kelas. Dia pasti selalu dapat nilai lebih rendah dibawahku dan dia akan berusaha untuk mengalahkanku. Bahkan kami tak jarang terlihat belajar bersama. Dia adalah yeoja terpintar yang aku tahu. Ada apa dengannya?
“ Sudah ya Taemin, aku lelah. Aku mau masuk dulu. Sekali lagi terimakasih sudah mengantarku pulang. Gomawo!” katanya sambil tersenyum tipis.
“ Ah ya. Aku juga mau pulang sekarang. Sampai jumpa lagi Yui. Istirahat yang cukup ya” kataku sambil menyalakan mesin motorku. Dia mengangguk.
“ Hati-hati ya” katanya sambil tersenyum.
“ Nee.. annyeonghigasseo” kataku lalu menjalankan motorku menjauhi rumahnya. Kulihat dari kaca spion motorku dia berjalan memasuki rumahnya.
***
Yui POV
“ Yui.. kau harus datang ke pesta ulangtahun nenekmu. Karena nenek punya pengumuman penting untukmu” kata appa ketika kami –aku, Jin hye ajumma, dan appa- sedang sarapan hari minggu pagi. aku menatap appaku dengan tatapan bertanya.
“ Kau akan tahu nanti.. kakakmu juga di wajibkan hadir untuk mendengar pengumuman resmi itu. jadi kau harus mempersiapkan dirimu sebaik mungkin untuk pesta nanti malam” kata appaku.
“ Oppa akan hadir? Tapi oppa bilang dia tidak akan pulang ketika pesta ulangtahun nenek berlangsung” tanyaku bingung.
“ Ya.. appa sudah menghubunginya agar dia bisa pulang lebih cepat dari rencananya. Dan dia bilang dia akan datang” jawab appaku sambil menyuap sarapannya.
“ Kau pergilah bersama Umma-mu untuk mencari pakaian untuk pesta itu” sambung appaku lagi. Aku menatapnya sinis.
“ Tidak perlu! Aku bisa membeli bajuku sendiri. Jadi dia tidak perlu repot-repot menemaniku” kataku datar.
Braaakkk
“ Yui! Bicara yang sopan padanya! Bagaimanapun juga sekarang dia adalah Ummamu!” Appaku berteriak sambil memukul meja makan. Aku menatapnya marah.
“ Asal Appa tahu! Ummaku Cuma ada satu di dunia ini! Yaitu Yuki Umma! Orang Jepang!” kataku tak kalah kerasnya.
~To be Continued
Komentar
Posting Komentar